Friday, 4 July 2014
On 11:38:00 by Unknown in Kumpulan Cerpen No comments
Sayup-sayup rona matahari berganti dengan siluet malam, kembali membuka ingatan pada kata, mata dan hati yang pernah terucap. Siluet malam menghantarkan rona lebih terang dari siang, lebih tenang dari hujan, lebih lembut dari salju sekalipun.
Masih teringat, tepatnya, kapan dan dimana bunga itu pernah terkembang lalu terangkai dalam satu ikatan. Bunganya mekar berwarna merah muda dan sangat cantik sesuai dengan namanya, Krisan atau biasa juga disebut Seruni.
Tepat pada sore ini, 3 tahun lalu, saat pertama kali aku menemukan bunga ini. Dalam sudut toko yang kecil di antara bunga-bunga lain, di antara bunga-bunga cantik yang lain.
Sedikit canggung kala itu karena memang baru pertama kalinya aku masuk ke toko bunga. Aku melihat sekeliling, menelisik satu persatu tiap sudut toko. Mencari-cari bunga yang menurutku “pas” untuknya. Padahal dari awal sebelum datang disini, anganku sudah membayangkan akan memberikan bunga mawar merah. Namun ketika sampai justru batinku bergolak ingin tahu. Aku putuskan untuk melihat-lihat dulu. Banyak bunga yang tampak dalam penglihatanku. Walaupun toko bunga ini kecil tapi hampir semua bunga hias ada disini. Entah, apa saja namanya tapi jelas sekali banyak bunga-bunga cantik disana. Dan pandanganku tepat mengarah ke bunga itu, tanganku spontan meraihnya, menggenggamnya dengan perasaan yang terasa tiba-tiba saja. Aku kaburkan pandangan terhadap bunga mawar merah dalam anganku untuk melihat lebih seksama bunga itu.
Seperti sebuah magnet dengan 2 kutub berbeda antara aku dan bunga itu. Menarik secara tiba-tiba. Entah apa yang membuatnya istimewa, warna dan bentuknya, mekar merah muda, terlihat lebih lembut daripada bunga-bunga yang lain. Aku genggam 4 tangkai bunga lalu meminta untuk dirangkaikan. Saat itu adalah saat pertama kali aku melihat bunga itu. Pun juga pertama pertama kali akan kuberikan kepada seorang wanita.
Menunggu semuanya terangkai, sesaat lebih lama demi singkatnya sebuah pertemuan. Pertemuan yang tak terpikirkan kata apa yang terucapkan nanti, tak terpikir apa yang menjadi obrolan nanti, hanya satu yang terpikirkan, pertemuan dan bunga ini.
Hari semakin mengantarkan malam bertemu dengan waktu yang terus bergerak. Bulan semakin menunjukkan wujudnya. Wujud yang semula tampak samar-samar. Sekarang telah menunjukkan rona terangnya. Banyak waktu yang telah terlewat demi terangkainya bunga dan demi sebuah pertemuan.
—
Sesaat terdengar suara itu dan semakin jelas saat mendekat. Suara lembut yang ingin dan selalu ingin terdengar dalam setiap langkahku. Perlahan mendekat semakin jelas rona wajahnya berbalut cahaya lampu. Selalu, dirinya bisa berpenampilan anggun berbalut kerudung yang senantiasa menjaganya. Dengan gingsul gigi yang bersembunyi dibalik senyumnya. Menyapa lembut dalam dekapan malam.
Malam semakin larut dan semakin habis waktu untuk hari ini, setiap kata yang terucap, mengalir apa adanya tanpa paksaan. Saat itu, malam terang dan hangat, mengalirkan rasa nyaman kepada setiap insan yang menikmatinya. Entah bulan, bintang atau sebuah senyum itu yang membuatnya hangat, tapi yang jelas malam itu akan selalu diam dalam hati, karena kehangatan dan kenyamanan yang pernah terbawa.
Anugrah itu tetap bernama cinta. Walaupun dirimu sekarang tak lagi ada dalam setiap pandanganku. Aku merindukanmu dan saat-saat itu tapi jika Dia yang berkuasa dalam Arsy-Nya mengatakan lain. Aku akan tetap menerimanya.
Saat malam itu selalu teringat. Malam yang pertama dan terakhir. Malam yang hangat saat bunga itu terangkai dalam ikatan. Saat satu senyum itu pernah terkembang. Saat masih teringat atau telah terlupa olehmu. Saat itu maupun sekarang. Ada satu yang ingin terucap kepadanya, bunga itu, ya, Bunga Krisan itu Untukmu…
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Search
Popular Posts
-
Muhammad Syifa El Zain Ratapan Anak Tiri Dikisahkan, ada sebuah keluarga rukun yang terdiri dari ayah, ...
-
Jenis Buku : Buku Fiksi Judul Buku : The Chronicles of Ghazi Pengarang ...
-
Apa kamu ingat ketika kita besama .. melewati segala rintangan yang ada didepan mata .. Apa kamu ingat saat kita tertawa ...
-
Pertemananku Terhalang Geng Kucing Dikisahkan pada suatu sekolah ada dua geng yang saling bermusuhan, yaitu geng tikus da...
-
PERPISAHAN Dulu.... Ketika Aku masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah Aku dan temanku selalu tertawa. Penuh senda gurau. Se...
Categories
Blog Archive
-
▼
2014
(43)
-
▼
July
(41)
- Makeup Korea
- Tutorial Winged Eyeliner Yang Cocok Untuk Semua Be...
- 5 Tips Sehat Menjaga Mata Ketika Memakai Kosmetik
- Eye Makeup Tutorial For Hijabers
- Tanda Tanda Orang Yang Akan Meninggal
- 100 Fakta Unik dan Lucu Di Dunia Ini
- Fakta-Fakta Unik
- Perasaan Terpendam
- Tangis Darahku
- Sendiri Merundung Sepi
- Persahabatan
- When The Caterpilar Fly
- Kami Tak Berwajah
- Tulisan Di Balik Sepotong Ubin
- Hantu Si Hitam Besar
- Mama, Tuhan, dan Hidup
- Cahaya Lilin Natal
- Sahabat Jadi Cinta
- Antara Kau Dan Kejora
- Cinta Yang Terkubur
- Kamu dan Mamahmu
- Bunga Pohon Makuswei
- Kutukan Sang Penyihir
- Bersauh
- Sahabatku Berubah
- Smartphone Untuk Sina
- Mencintai dan Memaafkan
- Matahariku Telah Pergi
- Cerita Dibalik Sebuah Cita Cita
- Don't Miss Me Again
- Tak Sehebat Einstein
- Terima Kasih Telah Mencintaiku
- Bunga Krisan Itu Untukmu
- I Want You Say Love To Me
- Kerinduan Terindah
- Bintang Kecil Itu Adikku
- Bagaimana Mungkin?
- Akhir Penantianku
- Lihat Dengan Hati
- Resensi Novel Sepatu Dahlan
- Resensi Buku The Chronicles of Ghazi
-
▼
July
(41)
Total Pageviews
Blog Archive
-
▼
2014
(43)
-
▼
July
(41)
- Makeup Korea
- Tutorial Winged Eyeliner Yang Cocok Untuk Semua Be...
- 5 Tips Sehat Menjaga Mata Ketika Memakai Kosmetik
- Eye Makeup Tutorial For Hijabers
- Tanda Tanda Orang Yang Akan Meninggal
- 100 Fakta Unik dan Lucu Di Dunia Ini
- Fakta-Fakta Unik
- Perasaan Terpendam
- Tangis Darahku
- Sendiri Merundung Sepi
- Persahabatan
- When The Caterpilar Fly
- Kami Tak Berwajah
- Tulisan Di Balik Sepotong Ubin
- Hantu Si Hitam Besar
- Mama, Tuhan, dan Hidup
- Cahaya Lilin Natal
- Sahabat Jadi Cinta
- Antara Kau Dan Kejora
- Cinta Yang Terkubur
- Kamu dan Mamahmu
- Bunga Pohon Makuswei
- Kutukan Sang Penyihir
- Bersauh
- Sahabatku Berubah
- Smartphone Untuk Sina
- Mencintai dan Memaafkan
- Matahariku Telah Pergi
- Cerita Dibalik Sebuah Cita Cita
- Don't Miss Me Again
- Tak Sehebat Einstein
- Terima Kasih Telah Mencintaiku
- Bunga Krisan Itu Untukmu
- I Want You Say Love To Me
- Kerinduan Terindah
- Bintang Kecil Itu Adikku
- Bagaimana Mungkin?
- Akhir Penantianku
- Lihat Dengan Hati
- Resensi Novel Sepatu Dahlan
- Resensi Buku The Chronicles of Ghazi
-
▼
July
(41)
Powered by Blogger.
0 komentar:
Post a Comment