Selamat datang di blog saya. Semoga apa yang anda cari ada di sini. Selamat berkunjung :)

Friday, 4 July 2014

On 13:30:00 by Unknown in    No comments
Pohon yang berjulang tinggi, menguak rindang pada dedaunan. Sepoi-sepoi angin pun mendesau, melambaikan dedaunan dan rerumput seolah-olah menyambut suasana malam yang hening. Malam ini, aku begitu setianya duduk mesra di bawah pohon jambu biji yang rindang, sembari melihat langit malam yang tengah terhiasi cahaya rembulan dan taburan para gemintang. Keduanya saling memberi spektrum warna pada angkasa. Dan bintang kejora itu telah berhasil mencuri simpatiku. Seakan ia mengajariku tentang pengorbanan, kebersamaan dan kasih sayang. Tak bisa ku bayangkan, bila seandainya kau menjadi kejora itu al… selalu menampakkan cahayanya yang indah. Mungkin aku tak akan kehausan akan kasih sayangmu juga kebersamaanmu. Aku jadi teringat pada percakapan kita di pekan yang lalu, saat kau mohon-mohon minta dihibur. Karena waktu itu kamu lagi galau, memikirkan jalan keluar masalahnya dengan tunanganmu vivi. Yang tiba-tiba saja ingin memutuskan hubungan tali pertunangannya berakhir tanpa ada penjelasan yang jelas. Jujur aku senang waktu itu, karena kamu bagaikan burung beo kesukaan papa yang mekicaukan suara merdunya di siang bolong al…
“Bray… hibur aku donk, buat aku tersenyum. plies…!!!” lagakmu bagaikan anak kecil yang meminta dibelikan sesuatu kepada ibunya.
“Emb… gimana ya bray?” sejenak ku berfikir menyerenggitkan hening “ahaaa…! Kamu kan lagi galau ni sekarang bray, gimana kalo mulai sekarang aku panggil kamu MONTEG…?!” ucapku seakan mendapatkan ide baru
“MONTEG?”
“Iya, monyet ganteng… hkhkhkhk…”
‘What? ganteng-ganteng kayak gini dibilang monyet? Dah minus berapa kamu bray… ogah aku gak mau, titik bukan koma” menampakkan cemberutnya
”cie… cie.. ngambek ni yee… yo wez kalo gak mau aku panggil AMENG aja deh…!”
“Hahh AMENG? Apa lagi tuh?” tiba-tiba saja ada ayam yang melintasi di depanku dan aly.
“KOKKK KOTAKOKKK”
“Loh… itu kan saudarammu bray, si ameng, ayam ganteng hkhkhkhk..”
“hkhkhk… tak kira maling ayam apa… huhhh dasar kamu bray..” menjitak kepalaku
“makannya jangan galau terus donk…! Dikit-dikit galau, selalu deh pokoknya”
“iya deh aku gak bakal galau lagi, suer janji…”
“gitu donk, itu baru My brayen. Senyumnya mana?”
“Iya ely sayangku cintaku, manisku. Heemzzz…” Menampakkan senyum manisnya “eitzz.. tapi, ada satu syarat..!!”
“oiya… apa?” tanyaku serius
“pergi ke rumah mpok ija, nyasar ke kalianget, mau tau aja, apa mau tau banget…?” mengeluarkan pantun gombalnya
“hkhkhkh… ihhh mulai deh gombalnya. Mau tau banget aja..”
“Oke, aku ngak akan galau lagi asal kamu mau jadi bini simpananku. Hkhkhk…” rayuan gombal aly semakin menjadi
“what? Ngak salah dengar? Ihhh… Ngak ah aku ngak mau punya suami yang kayak monyet dan ayam. Amit-amit deh…” beranjak pergi meninggalkan aly
“jani bini keduaku aja deh bray..” berusaha mengejarku
“wkwkwkwk… sorry dory bory strowbery aja deh bray..”
Mengingat tentang itu, jujur membuatku sakit perut, akan canda tawa kita. Kapan ya al, cerita ini akan terulang kembali. Aku sudah sangat merindukan canda tawa itu. Sangat…!
Terkadang tingkah lakumu seperti anak kecil cengeng, nyebelin. Dan sebagainya. Tetapi walaupun begitu, aku salut sama kamu al.. sungguh kau sangat berbeda dari laki-laki yang lain. Kau adalah lelaki yang sangat bijaksana dan penuh tanggung jawab. Beruntung sekali perempuan yang memilikimu.
Sayang, kamu sudah lama tak hadir menemani hari-hariku, dan malah menyombongkan diri, seolah tidak mengenalku lagi. Aku hanya bisa berharap bisa ketemu dengan aly yang dulu lagi. Aly yang selalu ramah dan Saling berbagi kasih sayang. Maafkan aku al.. bukan kecemburuan sosial yang kau maksud, hanya saja aku tengah kehausan akan kasih sayangmu. Ingin rasanya aku alirkan kasih sayangmu, agar dahagaku tak lagi kehausan pada kasih sayangmu yang selalu aku idamkan
Malam ini, tiba-tiba saja ada rindu yang mendera di dalam hatiku. Ingin sekali aku mengungkamkan segala rindu di hati ini, tetapi, apakah aku pantas memilikinya? Sedangkan dirimu belum tentu memiliki sebimgkis rindu untukku. Aku takut rindu ini hanya menjadi malapetaka antara kamu dan fifi. Biarlah cukup aku yang merasakan dan akan aku pendam rindu ini.
Dari saking refleknya, ku raih handpone ku lalu ku ketik aksara demi aksara kita terampung kata-kata sederhana. Lalu ku kirim ke salah satu kontak di handponeku tertera atas nama “My Brayen”.
Andai saja…
Kau tak berlabuh ke pulau seberang
Mungkin saja rindu ini akan mampu ku obati..
Kesana kemari sembari aku menunggu jawabanmu, tapi jawaban itu hanya membuat aku sangat kecewa. Rasanya ingin aku banting ponselku ke teras agar aku tak lagi mengenalmu. “Ya Allah, kenapa aku terlalu sibuk mencari kabar tentang dia. Sedangkan dia tidak sedikit pun punya ridu untukku apalagi untuk mengingatku. Apa salahku, padahal aku selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik untukmu al.. hanya saja kau selalu mengabaikannya. Seperti insan bintang kejora dan para bintang lainnya. Padahal mereka telah berkorban demi menerangi dunia dari kegelapan malam, begitupun juga aku al.. yang slalu ingin kelak kau menjadi kejora itu. Dan biarlah bintang malam menyampaikan salam rinduku ini padamu.
Bray… aku bahagia bila kau bahagia, tetapi aku menangis karena kau tak mengingatku. Semoga Allah selalu mencintaimu bray…

0 komentar:

Post a Comment