Friday, 31 May 2013
On 07:41:00 by Unknown in Naskah Drama No comments
Pertemananku Terhalang Geng Kucing
Dikisahkan pada suatu sekolah ada
dua geng yang saling bermusuhan, yaitu geng tikus dan geng kucing. Seperti sudah
dimafhumi oleh kita semua, bahwa kucing dan tikus itu tidak pernah bisa untuk berdamai. Tapi ternyata salah satu
dari kedua geng tersebut ada yang saling menyukai.
Riri : “Teman teman, kita janji ya kalau kita gak bakalan
deket dan kenal sama geng tikus”
Nhaii : “Ok, gue suka ide loe”
Dha” : “Sip sip”
Di
suatu pagi yang buruk, geng tikus dan geng kucing saling berpapasan
Nhaii : “Lihat tuh ada geng tikus yang”
Geng
Kucing : ”Kamseupay iww”
Ejje : “Lihat tuh ada geng kucing”
Aziz : “Terus gue harus bilang waw githu?”
Geng
Tikus : “Waw takut”
Saat mereka berpapasan wajah mereka melihat satu sama
lain dengan tatapan tajam kecuali Dha” dan Zain yang saling melempar senyuman.
Keesokan harinya tanpa disengaja
Dha” dan Zain bertemu di perpustakan. Mereka akan mengambil sebuah buku yang
sama.
Zain : “Eh ini kamu ambil aja”
Dha” : “Oh gak. Kamu aja yang ambil”
Zain : “Eh gak apa apa. Kamu aja yang ambil”
Dha” : “Gak ah, kan kamu yang pegang duluan”
Zain : “Ya udah deh gini aja, kita kan pegangnya
barengan, gimana kalau buku ini kamu duluan
yang baca. Entar giliran aku”
(sambil memberikan buku tersebut)
Dha” : “Ya udah kalo gitu. Makasih ya”
Zain : “Eh tunggu! Kamu punya waktu sebentar aja”
Dha” : “Bisa” (sambil duduk berdua)
Zain : “Aku mau ngomongin tentang geng kucing dan
geng tikus. Bagaimana kalau kita
persatukan mereka”
Dha” : “Tapi bagaimana caranya ? mereka kan sudah
bermusuhan sejak lama”
Zain : “Kita kan belum coba. Siapa tau mereka
bisa rukun”
Mereka pun berencana untuk
mempersatukan kedua geng tersebut dengan cara memertemukan mereka di taman
sekolah.
Tanpa tidak disengaja, ejje
memergoki mereka yang sedang duduk berdua. Ejje pun langsung berpikiran negatif
bahwa Dha” dan Zain mempunyai hubungan khusus.
Ejje : “Sialan (sambil memukul dinding) gak
nyangka bisa bisanya Zain mengkhianati
perjanjian geng tikus.
Ini gak bisa dibiarin. Gue harus bilang sama anak anak lain”
Ejje pun bergegas pergi ke kelas
untuk segera menghampiri teman temannya.
Ejje : “Woy ! gila tadi gue gak sengaja
mergokin Zain berduaan sama salah satu anggota geng
kucing musuh kita”
Aziz : “Apa ? berduaan ? (sambil memukul meja)
sama geng kucing musuh kita ? ini gak bisa
dibiarin. Kita harus melabrak
geng kucing”
Ejje dan Aziz pun segera menemui
geng kucing yang sedang asyik ngobrol di taman. Dari kejauhan Ejje dan Aziz
sudah kesal melihat geng kucing.
Aziz : “Woy.....! apa maksud kalian ngedeketin
salah satu geng gue ? (sambil menunjuk
muka
geng kucing)”
Nhaii : “Maksud loe apa ??? gue nggak ngerti sama
omongan loe..(sambil berdiri tegas balik
memarahi Aziz)”
Ejje : “Jangan belaga gak tau loe...!”
Riri : “Woy...! biasa aja kali, jangan nyolot
segala (sambil mendorong Ejje sampai terjatuh)”
Ejje : “Biasa aja kali jangan pake emosi”
Aziz : “Apa maksud geng loe ngedeketin geng gue
?”
Nhaii
dan Riri : “Apa !!! maksud loe ?”(dengan wajah terkejut)
Ejje : “Gue liat dengan mata kepala gue sendiri
salah satu dari geng loe ngedeketin geng gue !”
Nhaii
dan Riri : “Dha””!!!
Nhaii : “Dimana mereka sekarang ??”
Aziz : “Tuh di perpus lagi berduaan sama Zain”
Nhaii dan Riri segera ke
perpustakaan untuk menghampiri mereka. Aziz dan Ejje menyusul dari belakang
Nhaii : “Maksud kalian apa berduaan kaya gini ?”
(sambil memukul meja yang berada di depan
mereka)
Riri : ”Nggak nyangka ya Dha loe bisa kaya gini
sama kita. Kita kan udah punya janji buat gak
deket dengan geng tikus !!! tapi
loe apa ??”
Nhaii
dan Riri : “Dasar perhianat !” (sambil pergi meninggalkan mereka)
Dha” : “Hey tunggu dulu bentar. Aku bisa jelasin
semuanya...! ini gak seperti yang kalian pikir.
Aku sama Zain ciman ngobrol
biasa. Kalian jangan marah dulu dong, kita kan bisa
bicarain dengan baik baik” (sambil
mengajak Nhaii dan Riri duduk)
Nhaii : “Baiklah, akan ku dengarkan penjelasan
kalian, tapi aku gak mau duduk bersebelahan
dengan kalian berdua”
Riri : “Cepatlah katakan”
Dha” : “Sebenarnya aku tadi tidak sengaja bertemu
dengan Zain. Tiba tiba Zain mengajakku
berbicara mengenai...”
Aziz : “Hubungan kalian ! kenapa sih kalian tidak
berterus terang kalo kalian tuh udah jadian”
(Dha” dan Zain pun
tersenyum)
Riri : “Kenapa kalian senyum senyum ? Apakah yang
Aziz katakan itu benar ?”
Dha” : “Dengarkan penjelasanku dulu, ini gak
seperti yang kalian pikir. Aku dan Zain hanya
sedang membicaran permusuhan
geng tikus dan geng kucing. Maksud kita hanya ingin
menyatukan geng kucing dan geng
tikus agar saling akrab”
Nhaii,
Ejje, Riri, Aziz : “Ouhh...”
Nhaii : “Bentar, gue gak setuju buat akur sama geng
tikus yang kamseupay iuw..”
Ejje : “Emang loe pikir gue mau gitu akur sama
geng loe itu ?”
Zain : “Apa salahnya sih kita rukun ? emang
kalian gak cape apa musuhan terus ?”
Dha” : “Emang salah ya kalo aku dan Zain
memersatukan kalian ? aku cuma nggak mau kalau
geng kita musuhan terus sama
geng tikus”
Nhaii : “Gue tetep nggak mau kalau geng kucing sama
geng tikus berteman”
Dha” : “Kenapa sih kalian keras kepala ? padahal
kan geng tikus pada baik”
Riri : “Termasuk Zain ?“ (semuanya terdiam)
Nhaii : “Kenapa Dha diem ? gak bisa jawab ya ?”
Zain : “Udah udah ! kenapa kalian jadi ribut ?
kalian ini kan sahabat ? buat apa bertengkar ? kan
Nhaii pun menundukkan kepala dan ia pun merasa
perkataan Zain itu benar.
Nhaii : “Ma’afin Nhaii ya Dha, kita tetep best
friend kan ?”
Dha” : “Ia dong” (sambil bersalaman)
Zain : “Jadi kita semua setuju ni kalau geng
kucing dan geng tikus berteman?”
Semuanya
: “Setuju...!”
Mereka
tersenyum tanda setuju. Akhirnya mereka pun berteman dan memutuskan untuk tidak
saling bermusuhan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Search
Popular Posts
-
Muhammad Syifa El Zain Ratapan Anak Tiri Dikisahkan, ada sebuah keluarga rukun yang terdiri dari ayah, ...
-
Jenis Buku : Buku Fiksi Judul Buku : The Chronicles of Ghazi Pengarang ...
-
Apa kamu ingat ketika kita besama .. melewati segala rintangan yang ada didepan mata .. Apa kamu ingat saat kita tertawa ...
-
Pertemananku Terhalang Geng Kucing Dikisahkan pada suatu sekolah ada dua geng yang saling bermusuhan, yaitu geng tikus da...
-
PERPISAHAN Dulu.... Ketika Aku masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah Aku dan temanku selalu tertawa. Penuh senda gurau. Se...
Categories
Blog Archive
Total Pageviews
Blog Archive
Powered by Blogger.
0 komentar:
Post a Comment