Sunday, 13 July 2014
On 20:28:00 by Unknown in Makeup No comments
Winged eyeliner atau eyeliner dengan model bersayap di ujung mata telah menjadi favorit di antara para fashionista sejak tahun 50-an. Penampilan ini terlihat sangat cocok hampir di setiap bentuk mata. Ini bisa langsung mengubah tampilan Anda dari biasa saja menjadi sangat berkesan dan menyenangkan. Jika ingin mendapatkan tampilan winged eyeliner yang sempurna Anda bisa membaca tutorialnya di sini.
Yang Anda butuhkan:
- dua kuas lembut
- eyeliner cair, gel atau krim
- concealer
Cara aplikasi:
- Untuk memulai oleskan foundation, concealer dan atau eyeshadow primer pada kelopak mata dan di sekitar mata. Ini akan menghilangkan kemerahan dan menciptakan dasar yang bagus bagi eyeliner Anda.
- Ambil salah satu kuas Anda dan gunakan untuk mengaplikasikan eyeliner. Pastikan Anda mengambil eyeliner dalam jumlah yang pas. Lalu gunakan punggung tangan Anda sebagai kanvas untuk mendapat jumlah eyeliner yang pas.
- Gunakan kuas Anda untuk membuat garis dari sudut luar mata Anda. Ini akan menentukan ukuran garis yang Anda buat. Lukiskan garis halus dan ulangi untuk mendapatkan bentuk runcing yang sempurna.
- Mulai dari sudut dalam kelopak mata Anda dan lukiskan garis yang dekat dengan garis bulu mata. Tarik kencang mata Anda untuk mendapatkan garis yang halus dan lurus.
- Tambahkan eyeliner untuk membuat garis yang telah Anda buat sebelumnya penuh. Gunakan kuas yang lebih tipis dan kecil agar lebih mudah mengaplikasikannya. Jika Anda melakukan kesalahan pakai concealer untuk menghapusnya.
- Sempurnakan riasan ini dengan mengaplikasikan maskara.
Voila, mata indah berhasil Anda miliki. Semoga berguna dan selamat mencoba.
On 20:22:00 by Unknown in Makeup No comments
Teman teman, artikel ini ditujukkan kepada teman teman yang bergender perempuan. Tapi kalo kaum adam juga mau baca, ya silahkan..
Ladies, sebagai wanita Anda pasti mengenal maskara, eyeliner dan eye shadow meski mungkin tidak selalu memakainya. Untuk beberapa orang mungkin menggunakannya setiap hari karena tuntutan pekerjaan. Namun hal ini perlu diperhatikan, karena kosmetik yang dipakai pada mata bisa membahayakan organ penting Anda yang satu ini.
Maskara, eye shadow dan eyeliner mungkin akan membuat penampilan Anda menarik dan cantik, namun menjaga kesehatan mata lebih penting dari ketiga benda tersebut, benar begitu? Nah, untuk menjaga mata tetap sehat sekaligus bisa tampil cantik, menurut kutipan dari www.everydayhealth.com ada beberapa tips penting yang bisa Anda terapkan ketika memakai kosmetik pada mata, seperti dijelaskan berikut ini.
1. Jangan menyimpan make up terlalu lama
Aturan menyimpan make up yang pertama adalah make up hanya bisa disimpan dalam kurun waktu 3-6 bulan, dan jika lebih dari itu, maka sebaiknya dibuang karena kosmetik sudah tercemar bakteri.
2. Jangan gunakan maskara kering
Meskipun belum mencapai 3 bulan atau lebih, namun jika maskara Anda kering atau eyeliner cair Anda mengental, maka segera buang, Ladies.
3. Jauhkan dari sinar matahari atau temperatur panas
Seperti barang-barang lain, kosmetik juga sebaiknya tidak terpapar suhu tinggi seperti panas matahari atau disimpan di mobil terlalu lama. Simpan juga dalam tempat yang tidak lembab. Hal ini akan menyebabkan adanya perubahan pada bahan kosmetik dan mengembangkan bakteri di dalam wadah kosmetik.
4. Jangan mencampur kosmetik satu dengan yang lain
Jika Anda kebetulan suka mencoba berbagai macam merek kosmetik, maka jangan mengombinasikan satu dengan yang lain. Selain karena komposisi bahannya berbeda, hal ini bisa menyebabkan alergi dan pedih di mata jika tidak cocok satu sama lain.
5. Jangan berbagi kosmetik
Anda mungkin ingin mencoba kosmetik milik teman Anda dan mungkin Anda adalah orang yang baik hati dan mau meminjamkan alat make up ke teman. Hal ini boleh saja asal teman tidak punya penyakit tertentu. Namun sebaiknya dihindari karena tidak ada yang tahu ada bakteri berbahaya apa yang bisa menyebabkan iritasi dan penyakit serius pada mata.
Hindari pula kosmetik yang berbahan glitter, berkilau atau menyala dalam gelap Ladies, karena kebanyakan memiliki bahan yang kasar dan mudah melukai mata. Selain itu, pastikan tangan Anda bersih dan jika ragu sebaiknya cuci tangan terlebih dahulu jika tidak ingin ada kotoran yang masuk ke mata.
Jadi, tidak sulit bukan jika ingin cantik namun tetap memiliki mata yang sehat? Anda hanya perlu menerapkan dan memperhatikan hal-hal kecil mengenai make up.
Saturday, 12 July 2014
On 15:42:00 by Unknown in Makeup No comments
Halo teman teman pembaca catatan elzain, karena permintaan dari seseorang teman, mulai sekarang blog elz tidak berisi satu niche saja, tapi banyak atau bisa dibilang temanya amburadul.. Tapi walaupun demikian, saya harap teman-teman tetap setia mengunjungi blog saya ini :)
Nah untuk posting "ngaco" kedua ini, (karena ngaco yang pertama adalah teman tentang fakta unik) saya akan memposting tentang Makeup... Kenapa postingan saya tentang makeup? karena dewasa ini, para wanita (bahkan laki-laki pun) sangat memerlukan makeup... bahkan kecantikan mereka cenderung tergantung pada makeup.. nah ini dia, saya akan posting tutorial makeup untuk para hijabers.
Saat Ini trend hijab telah berkembang dengan berbagai model yang modis namun tetap mencirikan wanita muslim. Menentukan riasan mata yang cocok untuk dipadankan dengan hijab tentu susah gampang. Riasan mata membuat wanita berhijab tampak lebih memiliki statement selain daripada gaya berhijabnya saja. Nah teman teman, riasan mata apa aja sih yang cocok untuk wanita berhijab namun tetap simpel. Berikut gambar-gambar tutorial yang bisa teman-teman coba.
Nah untuk posting "ngaco" kedua ini, (karena ngaco yang pertama adalah teman tentang fakta unik) saya akan memposting tentang Makeup... Kenapa postingan saya tentang makeup? karena dewasa ini, para wanita (bahkan laki-laki pun) sangat memerlukan makeup... bahkan kecantikan mereka cenderung tergantung pada makeup.. nah ini dia, saya akan posting tutorial makeup untuk para hijabers.
Saat Ini trend hijab telah berkembang dengan berbagai model yang modis namun tetap mencirikan wanita muslim. Menentukan riasan mata yang cocok untuk dipadankan dengan hijab tentu susah gampang. Riasan mata membuat wanita berhijab tampak lebih memiliki statement selain daripada gaya berhijabnya saja. Nah teman teman, riasan mata apa aja sih yang cocok untuk wanita berhijab namun tetap simpel. Berikut gambar-gambar tutorial yang bisa teman-teman coba.
On 15:09:00 by Unknown in Fakta Unik No comments
Semua yang hidup pasti akan mati. Seperti apa proses kematian yang nantinya akan dialami oleh setiap makhluk hidup?
Tidak mudah memang memprediksikan secara tepat kapan seseorang akan meninggal. Kematian itu sendiri bisa disebabkan sakit, kecelakaan atau sebab lainnya.
Pada kondisi normal seperti orang sakit biasanya seseorang akan menunjukkan gejala yang mengindikasikan bahwa hidupnya akan segera berakhir beberapa minggu lagi seperti dikutip dari Mayoclinic yaitu:
1. Merasa gelisah.
Seseorang akan merasa tidak tenang serta sulit tidur, selain itu dia akan seringkali mengganti posisi saat tidur karena perasaan gelisah.
Seseorang akan merasa tidak tenang serta sulit tidur, selain itu dia akan seringkali mengganti posisi saat tidur karena perasaan gelisah.
2. Menarik diri.
Seseorang tidak ingin lagi terlibat dalam aktifitas sosial ataupun melakukan kegiatan favoritnya.
Seseorang tidak ingin lagi terlibat dalam aktifitas sosial ataupun melakukan kegiatan favoritnya.
3. Sering mengantuk.
Seseorang akan menghabiskan lebih banyak waktunya untuk tidur.
Seseorang akan menghabiskan lebih banyak waktunya untuk tidur.
4. Kehilangan nafsu makan.
Seseorang hanya akan makan dan minum dalam jumlah sedikit dan berbeda dari biasanya.
Seseorang hanya akan makan dan minum dalam jumlah sedikit dan berbeda dari biasanya.
5. Mengalami jeda saat bernapas.
Hal ini biasanya terjadi saat seseorang sedang tidur ataupun terjaga.
Hal ini biasanya terjadi saat seseorang sedang tidur ataupun terjaga.
6. Luka yang sulit sembuh.
Luka atau infeksi yang dialami mengalami kesulitan untuk disembuhkan.
Luka atau infeksi yang dialami mengalami kesulitan untuk disembuhkan.
7. Pembengkakan.
Pada beberapa orang terjadi pembengkakan di daerah tangan, kaki atau bagian tubuh lain.
Pada beberapa orang terjadi pembengkakan di daerah tangan, kaki atau bagian tubuh lain.
Proses sekarat mulai terjadi ketika tubuh tidak bisa mendapatkan asupan oksigen yang diperlukan untuk bisa bertahan hidup. Sel yang berbeda akan memiliki kecepatan kematian yang berbeda pula, sehingga panjangnya proses seseorang sekarat tergantung pada sel-sel yang kekurangan oksigen ini.
Sedangkan otak memerlukan oksigen dalam jumlah yang besar dan hanya memiliki sedikit oksigen cadangan. Sehingga jika asupan oksigen berkurang maka akan mengakibatkan kematian sel dalam waktu 3-7 menit saja.
Beberapa tanda yang ditunjukkan oleh orang yang sekarat adalah lebih banyak tidur, hal ini untuk menghemat energi yang tinggal tersisa sedikit di tubuh. Ketika energi tersebut hilang, maka seseorang akan kehilangan nafsu untuk makan ataupun minum. Proses menelan pun menjadi sulit dan mulut akan sangat kering, sehingga memaksa orang yang sekarat untuk minum akan membuatnya tersedak.
Selain itu orang yang sekarat akan kehilangan kontrol pada kandung kemih dan ususnya, sehingga seringkali terlihat mengompol. Orang akan merasa bingung, gelisah dan tidak tenang karena tidak dapat bernapas dengan teratur. Ketika sel-sel di dalam tubuh mulai kehilangan sambungan, maka akan mengalami kejang otot.
Kematian akan semakin mendekat jika kaki dan tangan terasa dingin dan mulai sedikit membiru akibat terhentinya aliran darah ke daerah tersebut. Tapi lama-kelamaan akan semakin menyebar ke bagian tubuh atas seperti lengan, bibir dan kuku. Selain itu orang menjadi tidak responsif, meskipun matanya terbuka tapi memiliki tatapan mata kosong atau tidak melihat sekelilingnya.
Setelah itu pernapasan akan terhenti sama sekali dan diikuti oleh berhentinya kerja jantung, maka secara klinis orang tersebut sudah mati karena tidak ada sirkulasi dan cadangan oksigen untuk bisa mencapai sel-sel di tubuh. Namun kematian klinis bisa dikembalikan melalui proses CPR (napas bantuan), transfusi atau ventilator. Tapi jika 4-6 menit setelah kematian klinis tidak ada perubahan, maka itu artinya jantung sudah tidak bisa bekerja lagi.
Karena jantung sudah tidak bekerja, maka secara otomatis aliran darah dan oksigen ke seluruh tubuh dan otak juga akan terhenti. Akibat tidak adanya asupan oksigen dan darah ke otak, maka dalam hitungan beberapa detik otak juga akan mati dan disitulah akhir dari perjalanan hidup seorang manusia.
On 15:01:00 by Unknown in Fakta Unik No comments
1. Di Cleveland, Ohio, adalah ilegal untuk menangkap tikus tanpa lisensi berburu.
2. Butuh 3.000 ekor sapi untuk persediaan di kulit selama satu tahun untuk pasokan sepakbola.
3. Ada rata-rata 178 biji wijen dalam roti McDonald’s Big Mac.
4. Perbandingan jumlah rayap dan manusia di dunia adalah 10:1.
5. Kitab Injil telah diterjemahkan ke dalam bahasa Klingon.
6. Musim panas tahun 2003 di Eropa menewaskan 35.000 orang.
7. Staphylococcus aureus hidup pada kulit manusia.
8. Rata-rata manusia memproduksi 25.000 quarts/ukuran 0.9463 liter ludah dalam seumur hidup.
9. Bumi tidak bundar tapi elips.
10. Tingkat kecenderungan perempuan hamil makan lebih banyak jika mereka mengandung bayi laki-laki.
11. Sirius, sebuah bintang kerdil, adalah bintang paling terang di langit malam.
12. Bayi lahir dengan 300 tulang tetapi ketika dewasa memiliki 206 tulang.
13. Setiap inci persegi dari kulit manusia terdiri dari 19 juta sel, 60 rambut, 90 kelenjar minyak, 19 kaki darah, 625 kelenjar getah, 19000 sel sensorik dan ribuan serta jutaan bakteri.
14. Tomat adalah makanan yang paling populer di seluruh dunia dengan produksi 60 juta ton per tahun.
15. Gunung. Everest, pada 8848 dan 29.028 meter kaki, adalah gunung tertinggi di dunia.
16. Kurang dari 2% dari air adalah air tawar.
17. Seseorang yang sedang istirahat menghasilkan panas sebesar 100 watt dop.
18. Uranium telah habis digunakan oleh kekuasaan militer barat sebagai senjata anti-tank.
19. Sekitar 70% organisme yang hidup adalah bakteri.
20. Sebuah perkiraan bahwa 300 juta sel-sel mati dalam tubuh manusia setiap menit.
21. Nama asli Albert Brook adalah Albert Einstein.
22. Mengunyah permen karet saat mengupas bawang akan melindungi Anda dari menangis.
23. Satu pound sama dengan lemak 4000 kalori.
24. Ada sekitar 100.000 sampai 150.000 rambut pada rata-rata kepala manusia.
25. Organ tubuh manusia terbesar adalah kulit, beratnya sekitar 4 kg orang dewasa normal
26. Berat bakteri adalah 1 triliun dari 1 gram.
27. Warga Eskimo menggunakan kulkas untuk menyimpan makanan supaya tidak beku.
28. Kalimat “The quick brown fox jumps over the lazy dog”, menggunakan setiap huruf dalam abjad.
29. Rata-rata rentang waktu bermain dalam sebuah liga utama baseball adalah 7 pitches.
30. Kata yang diucapkan tanpa mengulangi huruf adalah kata uncopyrightable.
31. Perpustakaan Utama Universitas Indiana bertambah lebih dari 1 inci hampir setiap tahun dengan buku tebal.
32. Pala dapat sangat beracun jika disuntikkan melalui urat nadi.
33. Kapasitas bintang Neuron adalah 1,5 sampai 3 kali massa matahari.
34. Hampir 85% dari alam semesta adalah bentuk material gelap..
35. WC pertama yang pernah terlihat di televisi adalah “Leave it to Beaver”.
36. Dari dua milyar orang hanya ada 1 yang akan hidup sampai usia 116.
37. 200 perusahaan berkontribusi 29% terhadap perekonomian dunia dan mempekerjakan hanya 0,9% di dunia kerja.
38. 98 ton tanaman purba yang terpendam digunakan untuk membuat 1 galon bensin di Amerika Serikat.
39. Diperkirakan 16.000 orang di seluruh dunia terinfeksi HIV setiap hari.
40. Kuatnya emosi negatif mengakibatkan kerusakan sistem kekebalan.
41. Karena polusi dan overfishing, penduduk Amerika, Asia dan Eropa telah menolak eels hingga 99%.
42. Titik di atas huruf “i” disebut title/judul.
43. Neutron memiliki kehidupan 14 jam di luar inti dari sebuah atom.
44. Hanya 22% dari hutan asli tetap ada di bumi.
45. Manusia adalah satu-satunya primata yang memiliki pigmen di tangan tangan mereka.
46. Rata-rata 100 orang mati tersedak ballpoint setiap tahun.
47. Reno, Nevada adalah barat Los Angeles, California
48. 3000 tahun lalu, sebagian besar warga Mesir meninggal di usia 30 tahun.
49. Pada era Mesir Kuno, lempeng batu digunakan sebagai bantal.
50. Pada tahun 1962, sekolah di Tanganyika ditutup karena suatu kejadian yaitu epidemi tawa yang berlangsung selama enam bulan.
51. Pada tahun 1980, pekerja di sebuah rumah sakit Las Vegas diberhentikan. Mereka bertaruh siapa pasien yang akan mati terlebih dahulu.
52. Cina zaman dahulu, dokter menerima uang hanya jika pasien itu sembuh.
53. Di Mesir, orang mencukur alis jika ada kucing yang mati.
54. Pada tahun 1800an, jika ada orang yang gagal bunuh diri, mereka harus menghadapi hukuman mati.
55. Pada tahun 1848, air terjun Niagara telah istirahat selama setengah jam karena sebuah es memblokir sumber sungai.
56. Orang menggunakan kacamata sejak 700 tahun terakhir.
57. Orang yang berusia di atas 100 di AS meningkat dari 4.000 pada tahun 1960 menjadi 55.000 pada tahun 1995.
58. Seekor kucing dapat berlari 20 km per jam.
59. Seekor cheetah dapat berlari 76 km per jam.
60. Katak yang terbesar di dunia adalah Goliath Frog.
61. Tidak ada dua zebra yang belangnya serupa.
62. Terdapat hampir 50 jenis kangguru.
63. Joeys adalah nama yang diberikan kepada anak kanguru.
64. Woodpecker dapat mematuk 20 kali dalam satu menit.
65. Lidah seekor Chameleon adalah dua kali panjang tubuhnya sendiri.
66. 10% dari populasi dunia adalah tangan kiri
67. Lumba-lumba berkomunikasi satu sama lain dengan menggeram dan bersiul
68. Paus biru adalah mamalia terbesar di dunia.
69. Lumba-lumba tidur dengan satu mata terbuka.
70. Kucing memiliki pandangan mata yang lebih tajam daripada manusia.
71. Ikan Jelly tubuhnya terdiri dari 95% air.
72. Matahari 330.330 kali lebih besar daripada bumi.
73. Kuku jari tangan tumbuh lebih cepat dari kuku jari kaki.
74. Otot yang paling kuat di dalam tubuh adalah lidah.
75. Gajah lebih kecil dari ikan paus biru.
76. Kucing dapat bertahan hidup tanpa air lebih lama dari unta.
77. Tanduk badak terbuat dari keratin.
78. Jerapah memiliki lidah sepanjang 21 inchi.
79. Sepeda pertama dibuat pada tahun 1817 dibuat tanpa pedal.
80. Rechendorfer Yusuf adalah orang pertama yang berhasil menempatkan karet penghapus di atas sebuah pensil.
81. Balon mainan yang pertama kali terbuat dari karet vulkansir.
82. Satu ujung pensil dapat menulis 50.000 kata dalam bahasa Inggris.
83. Terdapat hampir 900 jenis kelelawar di dunia.
84. Tangan kanan orang hidup lebih lama dari tangan kiri.
85. Banyak orang yang dibunuh oleh keledai.
86. Seekor buaya tidak dapat mengeluarkan lidah.
87. Semut tidak tidur.
88. Beruang kutub bertangan kidal.
89. Astronot tidak diperbolehkan untuk makan kacang-kacangan sebelum mereka pergi ke ruang angkasa karena buang angin/kentut dalam pakaian ruang angkasa mengakibatkan kerusakan.
90. Dengan menaikkan kaki Anda perlahan dan berbaring ke belakang, Anda tidak dapat terperosok ke dalam pasir.
91. Pemogokan cahaya di bumi sekitar 6.000 kali per menit.
92. Lobster memiliki darah biru.
93. Seorang pria mengatakan rata-rata 4.850 kata dalam 24 jam.
94. Kuku ibu jari tumbuh lambat dan kuku jari tengah yang tercepat.
95. Cokelat dapat membunuh anjing.
96. Kecap sebelumnya dijual sebagai obat.
97. Produk pertama yang memiliki barcode adalah Wrigley’s gum.
98. Kanada dalam bahasa India berarti Desa Besar.
99. Seseorang menghasilkan 100 pound sel darah merah dalam hidupnya.
100. Pita karet terpanjang adalah di kulkas.
Sumber : http://kacamataihsan.blogspot.com/
2. Butuh 3.000 ekor sapi untuk persediaan di kulit selama satu tahun untuk pasokan sepakbola.
3. Ada rata-rata 178 biji wijen dalam roti McDonald’s Big Mac.
4. Perbandingan jumlah rayap dan manusia di dunia adalah 10:1.
5. Kitab Injil telah diterjemahkan ke dalam bahasa Klingon.
6. Musim panas tahun 2003 di Eropa menewaskan 35.000 orang.
7. Staphylococcus aureus hidup pada kulit manusia.
8. Rata-rata manusia memproduksi 25.000 quarts/ukuran 0.9463 liter ludah dalam seumur hidup.
9. Bumi tidak bundar tapi elips.
10. Tingkat kecenderungan perempuan hamil makan lebih banyak jika mereka mengandung bayi laki-laki.
11. Sirius, sebuah bintang kerdil, adalah bintang paling terang di langit malam.
12. Bayi lahir dengan 300 tulang tetapi ketika dewasa memiliki 206 tulang.
13. Setiap inci persegi dari kulit manusia terdiri dari 19 juta sel, 60 rambut, 90 kelenjar minyak, 19 kaki darah, 625 kelenjar getah, 19000 sel sensorik dan ribuan serta jutaan bakteri.
14. Tomat adalah makanan yang paling populer di seluruh dunia dengan produksi 60 juta ton per tahun.
15. Gunung. Everest, pada 8848 dan 29.028 meter kaki, adalah gunung tertinggi di dunia.
16. Kurang dari 2% dari air adalah air tawar.
17. Seseorang yang sedang istirahat menghasilkan panas sebesar 100 watt dop.
18. Uranium telah habis digunakan oleh kekuasaan militer barat sebagai senjata anti-tank.
19. Sekitar 70% organisme yang hidup adalah bakteri.
20. Sebuah perkiraan bahwa 300 juta sel-sel mati dalam tubuh manusia setiap menit.
21. Nama asli Albert Brook adalah Albert Einstein.
22. Mengunyah permen karet saat mengupas bawang akan melindungi Anda dari menangis.
23. Satu pound sama dengan lemak 4000 kalori.
24. Ada sekitar 100.000 sampai 150.000 rambut pada rata-rata kepala manusia.
25. Organ tubuh manusia terbesar adalah kulit, beratnya sekitar 4 kg orang dewasa normal
26. Berat bakteri adalah 1 triliun dari 1 gram.
27. Warga Eskimo menggunakan kulkas untuk menyimpan makanan supaya tidak beku.
28. Kalimat “The quick brown fox jumps over the lazy dog”, menggunakan setiap huruf dalam abjad.
29. Rata-rata rentang waktu bermain dalam sebuah liga utama baseball adalah 7 pitches.
30. Kata yang diucapkan tanpa mengulangi huruf adalah kata uncopyrightable.
31. Perpustakaan Utama Universitas Indiana bertambah lebih dari 1 inci hampir setiap tahun dengan buku tebal.
32. Pala dapat sangat beracun jika disuntikkan melalui urat nadi.
33. Kapasitas bintang Neuron adalah 1,5 sampai 3 kali massa matahari.
34. Hampir 85% dari alam semesta adalah bentuk material gelap..
35. WC pertama yang pernah terlihat di televisi adalah “Leave it to Beaver”.
36. Dari dua milyar orang hanya ada 1 yang akan hidup sampai usia 116.
37. 200 perusahaan berkontribusi 29% terhadap perekonomian dunia dan mempekerjakan hanya 0,9% di dunia kerja.
38. 98 ton tanaman purba yang terpendam digunakan untuk membuat 1 galon bensin di Amerika Serikat.
39. Diperkirakan 16.000 orang di seluruh dunia terinfeksi HIV setiap hari.
40. Kuatnya emosi negatif mengakibatkan kerusakan sistem kekebalan.
41. Karena polusi dan overfishing, penduduk Amerika, Asia dan Eropa telah menolak eels hingga 99%.
42. Titik di atas huruf “i” disebut title/judul.
43. Neutron memiliki kehidupan 14 jam di luar inti dari sebuah atom.
44. Hanya 22% dari hutan asli tetap ada di bumi.
45. Manusia adalah satu-satunya primata yang memiliki pigmen di tangan tangan mereka.
46. Rata-rata 100 orang mati tersedak ballpoint setiap tahun.
47. Reno, Nevada adalah barat Los Angeles, California
48. 3000 tahun lalu, sebagian besar warga Mesir meninggal di usia 30 tahun.
49. Pada era Mesir Kuno, lempeng batu digunakan sebagai bantal.
50. Pada tahun 1962, sekolah di Tanganyika ditutup karena suatu kejadian yaitu epidemi tawa yang berlangsung selama enam bulan.
51. Pada tahun 1980, pekerja di sebuah rumah sakit Las Vegas diberhentikan. Mereka bertaruh siapa pasien yang akan mati terlebih dahulu.
52. Cina zaman dahulu, dokter menerima uang hanya jika pasien itu sembuh.
53. Di Mesir, orang mencukur alis jika ada kucing yang mati.
54. Pada tahun 1800an, jika ada orang yang gagal bunuh diri, mereka harus menghadapi hukuman mati.
55. Pada tahun 1848, air terjun Niagara telah istirahat selama setengah jam karena sebuah es memblokir sumber sungai.
56. Orang menggunakan kacamata sejak 700 tahun terakhir.
57. Orang yang berusia di atas 100 di AS meningkat dari 4.000 pada tahun 1960 menjadi 55.000 pada tahun 1995.
58. Seekor kucing dapat berlari 20 km per jam.
59. Seekor cheetah dapat berlari 76 km per jam.
60. Katak yang terbesar di dunia adalah Goliath Frog.
61. Tidak ada dua zebra yang belangnya serupa.
62. Terdapat hampir 50 jenis kangguru.
63. Joeys adalah nama yang diberikan kepada anak kanguru.
64. Woodpecker dapat mematuk 20 kali dalam satu menit.
65. Lidah seekor Chameleon adalah dua kali panjang tubuhnya sendiri.
66. 10% dari populasi dunia adalah tangan kiri
67. Lumba-lumba berkomunikasi satu sama lain dengan menggeram dan bersiul
68. Paus biru adalah mamalia terbesar di dunia.
69. Lumba-lumba tidur dengan satu mata terbuka.
70. Kucing memiliki pandangan mata yang lebih tajam daripada manusia.
71. Ikan Jelly tubuhnya terdiri dari 95% air.
72. Matahari 330.330 kali lebih besar daripada bumi.
73. Kuku jari tangan tumbuh lebih cepat dari kuku jari kaki.
74. Otot yang paling kuat di dalam tubuh adalah lidah.
75. Gajah lebih kecil dari ikan paus biru.
76. Kucing dapat bertahan hidup tanpa air lebih lama dari unta.
77. Tanduk badak terbuat dari keratin.
78. Jerapah memiliki lidah sepanjang 21 inchi.
79. Sepeda pertama dibuat pada tahun 1817 dibuat tanpa pedal.
80. Rechendorfer Yusuf adalah orang pertama yang berhasil menempatkan karet penghapus di atas sebuah pensil.
81. Balon mainan yang pertama kali terbuat dari karet vulkansir.
82. Satu ujung pensil dapat menulis 50.000 kata dalam bahasa Inggris.
83. Terdapat hampir 900 jenis kelelawar di dunia.
84. Tangan kanan orang hidup lebih lama dari tangan kiri.
85. Banyak orang yang dibunuh oleh keledai.
86. Seekor buaya tidak dapat mengeluarkan lidah.
87. Semut tidak tidur.
88. Beruang kutub bertangan kidal.
89. Astronot tidak diperbolehkan untuk makan kacang-kacangan sebelum mereka pergi ke ruang angkasa karena buang angin/kentut dalam pakaian ruang angkasa mengakibatkan kerusakan.
90. Dengan menaikkan kaki Anda perlahan dan berbaring ke belakang, Anda tidak dapat terperosok ke dalam pasir.
91. Pemogokan cahaya di bumi sekitar 6.000 kali per menit.
92. Lobster memiliki darah biru.
93. Seorang pria mengatakan rata-rata 4.850 kata dalam 24 jam.
94. Kuku ibu jari tumbuh lambat dan kuku jari tengah yang tercepat.
95. Cokelat dapat membunuh anjing.
96. Kecap sebelumnya dijual sebagai obat.
97. Produk pertama yang memiliki barcode adalah Wrigley’s gum.
98. Kanada dalam bahasa India berarti Desa Besar.
99. Seseorang menghasilkan 100 pound sel darah merah dalam hidupnya.
100. Pita karet terpanjang adalah di kulkas.
Sumber : http://kacamataihsan.blogspot.com/
On 14:57:00 by Unknown in Fakta Unik No comments
Nah, ketemu lagi nih di post selanjutnya... Berbeda dengan post post sebelumnya, sekarang saya akan memposting hal mengenai fakta-fakta unik yang pastinya menarik untuk teman-teman baca.. :)
20 Fakta Unik Antara Laki-Laki dan Perempuan
20 Fakta Unik Antara Laki-Laki dan Perempuan
1. Rata-rata perempuan tidur lebih lama 1 jam saat malam dari pada laki-laki.
2. Bayi perempuan cenderung lebih cepat berjalan dan berbicara, bayi laki-laki 2 bulan lebih lambat.
3. Lebih banyak kehamilan dan kelahiran dengan komplikasi (gangguan) saat mengandung bayi laki-laki ketimbang bayi perempuan.
4. Rata-rata berat otak laki-laki lebih berat 1,4 kg daripada berat otak perempuan.
5. Pergantian kelamin lebih banyak dilakukan oleh laki-laki.
6. Perempuan kurang mampu menahan dingin disebabkan permukaan kulit yang lebih besar, sehingga lebih suka pada suhu ruang yang lebih hangat.
7. Laki-laki lebih suka bicara langsung sesuai tujuannya, sementara pembicaraan perempuan terputus-putus dengan keraguan dan perasaan. Disebabkan serabut penghubung antara belahan otak kanan ( intuisi ) dan kiri ( logika ) lebih sedikit pada perempuan. Sehingga ekspresi perasaan lebih mudah terjadi pada perempuan.
8. Perempuan lebih baik indra penciumannya disebabkan tingginya hormon estrogen yang diketahui sebagai aktivator reseptor penciuman.
9. Perempuan mempunyai 75 % lebih banyak kelenjar keringat/peluh ( yang menghasilkan bau badan ) daripada laki-laki.
10. Kemampuan indra laki-laki untuk mengecap rasa masam, manis dan masin lebih rendah pada perempuan.
11. Lebih dari dua kali pada perempuan cenderung homoseksual (menyukai sesama jenis) pada usia 45 tahun daripada laki-laki.
12. Pada saat usia tua perempuan mengalami kerontokan rambut, pada usia yang sama sebagian besar laki-laki mengalami kebotakan. Kebotakan disebabkan produksi berlebihan dari hormon androgen (hormon laki- laki ).
13. Berpapasan dengan perempuan pada jalanan ramai, laki-laki menghadapkan tubuhnya menghadap perempuan yang dilewatinya. Perempuan cenderung membalikkan badan, sering secara tidak sadar menempatkan tangan di depan badannya untuk melindungi dada.
14. Kira-kira 48 % laki-laki mendengkur ketika tidur, hanya 22 % pada perempuan.
15. Laki-laki lebih banyak memilih merah, dan perempuan warna biru.
16. Perempuan rata-rata 153 detik berada di toilet, laki-laki 113 detik.
17. Satu berbanding empat, perempuan dibanding laki-laki yang berbicara gagap.
18. Penelitian di Amerika, perempuan menggunakan waktu hampir 2 kali lebih banyak untuk berbelanja dibanding laki-laki.
19. Perempuan secara umum yang lebih menentukan corak dan gaya pakaian yang dipakai.
20. Penelitian di England, anak laki-laki lebih mudah dibohongi/diperdaya daripada anak perempuan. Kalau di Indonesia entahlah…
Sumber : http://www.beritaunik.net/
Sunday, 6 July 2014
On 12:21:00 by Unknown in Kumpulan Cerpen No comments
Bel tanda pulang sekolah pun berbunyi, seluruh siswa berhamburan ke luar kelas masing-masing, begitu pun dengan aku, aku segera mengemasi barang-barangku lalu ke luar dari kelas dan menemui temanku di kelasnya untuk mengajaknya pulang bersama. Setelah lama menunggu, akhirnya kami berjalan bersama menuju ke tempat biasanya kami menunggu angkutan umum.
Kebetulan cuaca hari ini sangat panas sehingga membuatku tidak tahan berlama-lama lagi dan segera menaiki salah satu angkutan umum yang ada.
Setelah menempuh jalan yang cukup jauh, akhirnya aku sampai juga di rumahku. Aku segera mengganti pakaianku, sesudah itu aku mengambil handphoneku lalu merebahkan badanku di tempat tidur sambil melihat-lihat BBM sampai akhirnya aku tertidur.
Jam menunjukkan pukul 17.00 WITA. Aku segera bangun dari tempat tidurku lalu mengambil handphoneku.
“Ada BBM.” Gumamku saat melihat handphoneku. Aku kaget tapi aku juga senang, karena yang BBM aku adalah dia. Dia adalah orang yang selama ini aku sukai, tapi karena perbedaan agama kami, akhirnya aku memutuskan untuk memendam perasaanku dan mengaguminya saja.
“Ada BBM.” Gumamku saat melihat handphoneku. Aku kaget tapi aku juga senang, karena yang BBM aku adalah dia. Dia adalah orang yang selama ini aku sukai, tapi karena perbedaan agama kami, akhirnya aku memutuskan untuk memendam perasaanku dan mengaguminya saja.
Keesokan harinya, saat pulang sekolah, tanpa mengganti pakaian aku segera keluar dari rumah dan pergi menemui temanku di rumahnya. Tapi setelah aku sampai di rumahnya, dia malah mengajakku ke rumah temannya.
Sesampainya di rumah temannya, aku segera membisikkan sesuatu kepada temanku.
“Dia mengajak aku ke rumahnya, katanya dia lagi sendirian” bisikku kepada temanku yang sudah mengerti tentang dia.
“Ya udah kalau gitu, iyain aja deh itu kan kesempatan emas buat kamu” kata temanku itu. Aku merasa 2 hati untuk menentukan pilihan, tapi temanku terus memaksaku dan akhirnya aku iyain.
“Dia mengajak aku ke rumahnya, katanya dia lagi sendirian” bisikku kepada temanku yang sudah mengerti tentang dia.
“Ya udah kalau gitu, iyain aja deh itu kan kesempatan emas buat kamu” kata temanku itu. Aku merasa 2 hati untuk menentukan pilihan, tapi temanku terus memaksaku dan akhirnya aku iyain.
Aku juga megajak temanku yang satu lagi untuk menemaniku bertemu dengan dia. Sesudah itu aku segera mengambil motor di rumahku, lalu aku dan kedua sahabatku segera pergi ke lapangan Giper. Setelah lama menunggu akhirnya dia datang juga, aku segera pergi dengan dia dan meninggalkan kedua temanku.
Tadi katanya dia mau mengajakku untuk menemaninya duduk-duduk di rumahnya, tapi ternyata dia mengajak bertemu dengan teman-temannya.
Setelah lama berbincang-bincang dengan teman-temannya, akhirnya kami pergi ke rumah dia, setelah sampai di giper, kedua temanku mengikuti kami dari belakang dan setelah sampai di rumah dia kami duduk dan berbincang-bincang tak lama dengan dia, tak lama kemudian kami bertiga pamit pulang. Mulai dari kejadian itu, hubunganku dengan dia sudah mulai buruk dan tak saling mengabarkan lagi dan sampai sekarang aku tetap memendam perasaanku kepada dia dan mungkin sekarang dia sudah mempunyai pacar.
Friday, 4 July 2014
On 20:20:00 by Unknown in Kumpulan puisi indah No comments
Sayang…..
Ku yakin kesucianmu
tulus cintamu
Kerelaan hatimu
Ku pesimis bukan ragu
Tangisi masa depanmu
Darahku
Darahmu
Buah hatiku
Hatimu
Rasa itu
Bukan masalah bagiku
Satu hingga seribu
Seribu satu
Mereka begitu
Kupu-kupu
Di batas kota itu
Bagai udang dibalik batu
Indahnya hanya satu
Ku yakin kesucianmu
tulus cintamu
Kerelaan hatimu
Ku pesimis bukan ragu
Tangisi masa depanmu
Darahku
Darahmu
Buah hatiku
Hatimu
Rasa itu
Bukan masalah bagiku
Satu hingga seribu
Seribu satu
Mereka begitu
Kupu-kupu
Di batas kota itu
Bagai udang dibalik batu
Indahnya hanya satu
On 20:14:00 by Unknown in Kumpulan puisi indah No comments
Tak perlu kucari makna kata itu di kamus,
Atau bertanya pada marah kemarau
Kenapa rumput harus meranggas meriak mati?
Kenapa sungai tak mengalir lalu meruak keruh?
dan,kenapa aku mesti menjadi sendiri
merundung sepi terpaku di sini….?!
Tak pula perlu kutanya
makna kata itu pada para pujangga,
Atau bertanya pada bening malam
Kenapa rembulan menyepi?
Kenapa bintang mengatup diri?
dan,kenapa aku lagi-lagi menuai muram
Lalu berdiri mematung ke sini….?!
Di bentang sayup seruling angin berbisik
Nantikanlah lahirnya sang esok…!
kan kau seduh sebuah jawaban setelah
Cahaya Mentari Pagi menorehkan hijau
ke wajah dedaunan
Atau bertanya pada marah kemarau
Kenapa rumput harus meranggas meriak mati?
Kenapa sungai tak mengalir lalu meruak keruh?
dan,kenapa aku mesti menjadi sendiri
merundung sepi terpaku di sini….?!
Tak pula perlu kutanya
makna kata itu pada para pujangga,
Atau bertanya pada bening malam
Kenapa rembulan menyepi?
Kenapa bintang mengatup diri?
dan,kenapa aku lagi-lagi menuai muram
Lalu berdiri mematung ke sini….?!
Di bentang sayup seruling angin berbisik
Nantikanlah lahirnya sang esok…!
kan kau seduh sebuah jawaban setelah
Cahaya Mentari Pagi menorehkan hijau
ke wajah dedaunan
On 20:09:00 by Unknown in Kumpulan puisi indah No comments
Persahabatan bukanlah hal yang mudah..
Tidak mudah untuk dijalani..
Tidak mudah untuk dipahami..
Tetapi mudah untuk memberikan rasa bahagia..
Sahabat adalah seseorang yang berharga..
Cinta kasih dibangun dalam sebuah ikatan..
Ikatan kebahagiaan yang selalu menyatukan sanubari..
Takkan mudah dilupakan dari benak hati..
Hidupku takkan lebih indah tanpa engkau..
Takkan lebih berwarna tanpa lengkungan senyumanmu..
Takkan lebih bermakna tanpa uraian kasihmu..
Oh Sahabat..
Hanya untaian rasa terima kasih yang ingin ku curahkan untukmu
Hanya secercik kata maaf yang ku lontarkan jika aku sering melukai hatimu..
Terima kasih Sahabat..
Aku menyayangi mu..
Tidak mudah untuk dijalani..
Tidak mudah untuk dipahami..
Tetapi mudah untuk memberikan rasa bahagia..
Sahabat adalah seseorang yang berharga..
Cinta kasih dibangun dalam sebuah ikatan..
Ikatan kebahagiaan yang selalu menyatukan sanubari..
Takkan mudah dilupakan dari benak hati..
Hidupku takkan lebih indah tanpa engkau..
Takkan lebih berwarna tanpa lengkungan senyumanmu..
Takkan lebih bermakna tanpa uraian kasihmu..
Oh Sahabat..
Hanya untaian rasa terima kasih yang ingin ku curahkan untukmu
Hanya secercik kata maaf yang ku lontarkan jika aku sering melukai hatimu..
Terima kasih Sahabat..
Aku menyayangi mu..
On 20:01:00 by Unknown in Kumpulan Cerpen No comments
“Hidup. Sesuatu yang harus kujalani karena paksaan waktu yang terus mendorongku maju.”
- Reina
- Reina
Raja langit perlahan-lahan mulai keluar dari persembunyiannya. Menciptakan gradasi warna sisa langit malam dipadu dengan sinar merah kekuningannya yang sangat indah dan selalu memberi kesan kagum bagi setiap orang yang melihatnya. Namun sayang, hanya segelintir orang saja yang benar-benar memahami betapa indah dan berharganya peristiwa harian itu.
Kuhembuskan napas perlahan. “Baiklah, lembaran baru untuk permainan kejam ini telah dimulai” Gumamku. Ya! Permainan kejam sang waktu yang terus memaksa maju tanpa pernah memikirkan keadaanku. Sudah bertahun-tahun aku hidup di dunia tapi sampai saat ini aku masih belum mengerti apa itu waktu dan makna kehidupan.
Kuhembuskan napas perlahan. “Baiklah, lembaran baru untuk permainan kejam ini telah dimulai” Gumamku. Ya! Permainan kejam sang waktu yang terus memaksa maju tanpa pernah memikirkan keadaanku. Sudah bertahun-tahun aku hidup di dunia tapi sampai saat ini aku masih belum mengerti apa itu waktu dan makna kehidupan.
Hidup. Apa itu hidup? Untuk apa aku hidup? Apa yang akan aku kejar dalam hidup ini? Semua seperti gelap. Seakan-akan hidupku tak bertujuan, tak bercita cita. Semua berlari menuju cita citanya sedangkan aku hanya terdiam melihat mereka berlari dengan semangatnya demi cita-cita mereka tersebut. Entahlah. Aku tak mempunyai hal yang istimewa dalam hidup ini. Aku merasa hidup ini hanya garis datar yang entah akan berjalan kemana. Walaupun kita harus bersyukur atas semua yang diberikanNya, tapi aku selama ini hanya menjalani apa yang di depan dan apa yang ada. Aku tak tahu nanti akan menjadi apa. Intinya dalam hidup ini aku hanya mempunyai satu kata yaitu “jalan”. Aku akan terus berjalan walaupun aku tak tahu harus ke mana. Dan aku akan terus berjalan sampai aku memecahkan misteri dalam permainan waktu dan kehidupan ini.
Kulirik jam dinding yang menempel manis di tembok kamar. Tepat pukul 05.00, aku beranjak dari dudukku dan melangkah keluar kamar.
“Rei, tumben udah bangun?” Tanya Bunda saat aku memasuki dapur.
“Ya” Jawabku singkat. Sebenarnya dari semalam aku masih terjaga hingga pagi ini. Entahlah. Mata dan pikiranku sangat tidak bisa berkompromi dengan tubuhku yang lelah. Dan pikiranku masih saja dipenuhi pertanyaan-pertanyaan yang aku sendiri tak tahu kapan akan mendapatkan jawabannya.
“Baguslah, jadi bunda nggak perlu susah payah membangunkanmu” Tambah beliau.
Aku meneguk segelas air yang baru saja kuambil. Kemudian kulangkahkan kaki menuju kamar mandi.
“Rei, tumben udah bangun?” Tanya Bunda saat aku memasuki dapur.
“Ya” Jawabku singkat. Sebenarnya dari semalam aku masih terjaga hingga pagi ini. Entahlah. Mata dan pikiranku sangat tidak bisa berkompromi dengan tubuhku yang lelah. Dan pikiranku masih saja dipenuhi pertanyaan-pertanyaan yang aku sendiri tak tahu kapan akan mendapatkan jawabannya.
“Baguslah, jadi bunda nggak perlu susah payah membangunkanmu” Tambah beliau.
Aku meneguk segelas air yang baru saja kuambil. Kemudian kulangkahkan kaki menuju kamar mandi.
*****
Aku berjalan dengan langkah gontai. Aku bosan dengan semua ini. Dengan aktivitas monoton yang memakan waktu sangat lama. Ya, sekolah. Tidak ada yang spesial dari sekolah. Hanya itu-itu saja yang terjadi. Kalau bukan karena sekolah merupakan kewajiban setiap penduduk di negara ini dan tuntutan dari orang sekitarku, pasti aku lebih memilih melakukan hal-hal lainnya yang dapat mempermudahkanku dalam memecahkan misteri permainan kejam kehidupan ini.
Kulangkahkan kaki memasuki kelas dan langsung menuju bangkuku. Kuedarkan pandangan ke sekeliling kelas, pandangan yang masih sama dari hari-hari sebelumnya. Beberapa teman berkumpul membicarakan urusan mereka, beberapa lagi mengerjakan PR dan beberapa bangku masih tak berpenghuni.
“Rei, tumben datang pagi?” Tanya Terry sambil meletakkan tasnya.
“Kemajuan bukan?” Tanyaku balik.
“Iya juga ya” Jawabnya sambil melangkah mendekati beberapa temanku yang sedang berkumpul.
“Rei, tumben datang pagi?” Tanya Terry sambil meletakkan tasnya.
“Kemajuan bukan?” Tanyaku balik.
“Iya juga ya” Jawabnya sambil melangkah mendekati beberapa temanku yang sedang berkumpul.
Pelajaran hari ini seperti biasa. Tidak ada yang berubah. Guru menerangkan di depan dan murid mendengarkan di bangku masing-masing. Hal yang sangat sering terjadi. Mengapa para guru tidak mencoba metode pembelajaran yang lebih menarik? Seperti belajar dalam sebuah permainan atau apa saja yang menyenangkan. Bukankah belajar yang baik adalah belajar dalam kondisi senang? Bukan dalam kondisi bosan dan mengantuk?
“Anak-anak ini ada penyuluhan dari mahasiswi psikologi UNAIR. Ibu harap kalian mendengarkan dengan baik” Ucap Bu Har –Guru BK-
“Pagi semuanya” Sapa 2 orang tersebut
“Pagi…” Balas teman sekelasku kompak. Bersamaan dengan itu Bu Har berjalan keluar kelas.
“Perkenalkan nama saya Diana dan ini teman saya Sandra” Ucap ramah salah satu mahasiswa yang mengaku mempunyai nama Diana.
“Kami kesini hanya untuk memberi sedikit informasi tentang ilmu psikologi kepada kalian sekaligus kami meminta bantuannya untuk penelitian kami” Mbak Diana berhenti sejenak. “Kalian sudah SMA, pasti sudah mempunyai pandangan untuk ke depannya bukan” Tambahnya dengan nada menggantung seperti bertanya, tapi menurutku itu bukan pertanyaan melainkan pernyataan. “Cita-citamu apa?” Tambahnya sambil menunjuk.
Aku menoleh ke belakang, kanan, kiri tapi semua mata tertuju padaku. Ya, dia bertanya kepadaku. “mm… nggak tau” Jawabku polos. Sontak semua temanku tertawa.
“Kamu tidak mempunyai cita-cita? Baiklah apa yang kamu sukai?” Tanyanya lagi
“mmm.. entahlah”
“Waduh! Generasi macam apa ini hal yang disukai saja tidak tahu bahkan cita-cita pun juga tidak punya”
Aku hanya diam mendengar ucapannya.
“Baiklah, bagaimana dengan kamu?” Tanyanya kepada Hanny – salah satu teman kelasku -
“Dokter” Jawabnya mantap
“Wah, bagus! Mengapa kamu memilih dokter?”
“Karena profesi dokter sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di Indonesia dan menurutku penghasilan seorang dokter sangat lumayan”
Kuhembuskan napas perlahan. Mayoritas masyarakat termasuk Ayah menganggap dokter adalah pekerjaan yang sangat mapan. Tapi sukses tidak hanya dokter saja bukan? Banyak pekerjaan lain yang bisa menjamin. Dan bukan hanya dokter saja yang dibutuhkan negara ini. Banyak profesi sederhana yang sebenarnya sangat berpengaruh penting.
“Kalau kamu nanti akan melanjutkan ke perguruan tinggi mana?” Tanya Mbak Diana kepada Jonas
“Antara UGM atau UNAIR”
“Mau ngambil apa?”
“Hukum mbak”
“Hebat!” Ucap Mbak Diana kagum
“Pagi semuanya” Sapa 2 orang tersebut
“Pagi…” Balas teman sekelasku kompak. Bersamaan dengan itu Bu Har berjalan keluar kelas.
“Perkenalkan nama saya Diana dan ini teman saya Sandra” Ucap ramah salah satu mahasiswa yang mengaku mempunyai nama Diana.
“Kami kesini hanya untuk memberi sedikit informasi tentang ilmu psikologi kepada kalian sekaligus kami meminta bantuannya untuk penelitian kami” Mbak Diana berhenti sejenak. “Kalian sudah SMA, pasti sudah mempunyai pandangan untuk ke depannya bukan” Tambahnya dengan nada menggantung seperti bertanya, tapi menurutku itu bukan pertanyaan melainkan pernyataan. “Cita-citamu apa?” Tambahnya sambil menunjuk.
Aku menoleh ke belakang, kanan, kiri tapi semua mata tertuju padaku. Ya, dia bertanya kepadaku. “mm… nggak tau” Jawabku polos. Sontak semua temanku tertawa.
“Kamu tidak mempunyai cita-cita? Baiklah apa yang kamu sukai?” Tanyanya lagi
“mmm.. entahlah”
“Waduh! Generasi macam apa ini hal yang disukai saja tidak tahu bahkan cita-cita pun juga tidak punya”
Aku hanya diam mendengar ucapannya.
“Baiklah, bagaimana dengan kamu?” Tanyanya kepada Hanny – salah satu teman kelasku -
“Dokter” Jawabnya mantap
“Wah, bagus! Mengapa kamu memilih dokter?”
“Karena profesi dokter sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di Indonesia dan menurutku penghasilan seorang dokter sangat lumayan”
Kuhembuskan napas perlahan. Mayoritas masyarakat termasuk Ayah menganggap dokter adalah pekerjaan yang sangat mapan. Tapi sukses tidak hanya dokter saja bukan? Banyak pekerjaan lain yang bisa menjamin. Dan bukan hanya dokter saja yang dibutuhkan negara ini. Banyak profesi sederhana yang sebenarnya sangat berpengaruh penting.
“Kalau kamu nanti akan melanjutkan ke perguruan tinggi mana?” Tanya Mbak Diana kepada Jonas
“Antara UGM atau UNAIR”
“Mau ngambil apa?”
“Hukum mbak”
“Hebat!” Ucap Mbak Diana kagum
Mengapa semua mempunyai tujuan dan cita-cita? Apa tujuan dan cita-citaku? Apakah hidupku terlalu suram sampai-sampai tidak jelas seperti ini? Pertanyaan yang sama lagi-lagi berkelibat di otakku. Kualihkan pandangan ke jendela. Mataku menangkap bayangan burung-burung kecil berterbangan di langit. Begitu bebasnya. Apa burung juga memiliki tujuan? Apa burung juga tahu kemana ia akan terbang?
*****
Kuhempaskan tubuhku di salah satu bangku yang tersedia di taman ini. Kulihat sebuah keluarga yang sedang bercengkerama dengan hangatnya. Namun tak jauh terlihat seorang anak laki-laki duduk melamun dengan sebuah buku di genggamannya. Tiba-tiba ada keinginan dalam diriku untuk menghampiri anak tersebut.
“Hai, kamu ke sini sama siapa?” Tanyaku ketika berada di hadapan anak itu.
Namun ia hanya diam. Menatapku dengan pandangan bingung dan heran.
“Kenalkan aku Reina, nama kamu siapa?” Tambahku dengan nada ramah
Matanya menelusuriku dari kepala sampai ujung sepatu dengan wajah kebingungan dan mulutnya masih terkunci.
“Jangan takut, aku orang baik-baik kok. Aku sama sekali nggak mempunyai niatan jahat” Ucapku lagi meyakinkan
“Kakak pulang sekolah?” Kalimat pertama yang terlontar dari mulut kecilnya.
“Iya, nama kamu siapa?”
“Kakak nggak langsung pulang? Nggak dimarahi sama Mamanya kakak?”
Aku menghela napas. Dasar anak ini, aku bertanya A tapi jawaban yang keluar dari mulutnya Z. ‘Sabar Reina’ Batinku
“Nggak, kan kakak udah besar” Jawabku sambil mengambil duduk di sebelahnya
“Oh, enak ya!”
“Nama kamu siapa?”
“Nama kakak Reina? Namaku Fiko” Jawabnya sambil mengulurkan tangan.
Kuanggukan kepala sambil membalas uluran tangannya. “Kamu sendirian?” Tanyaku
“Seperti yang kakak lihat, memangnya kakak melihat ada orang lain di sebelahku selain kakak?”
“Iya juga ya” Jawabku sambil menggaruk kulit kepalaku yang tidak gatal. Pasti aku terlihat sangat bodoh di depan bocah ini. “Kamu sekolah dimana?” Tanyaku lagi untuk mengurangi kecanggungan di antara kami.
“Aku nggak sekolah”
“Kenapa?”
“Nggak dibolehin Mama sama Papa, padahal aku sangat ingin sekolah. Aku ingin sekolah tinggi sampai aku bisa menjadi arsitek. Aku akan membangun tempat yang rindang. Kota ini terlalu luas jika hanya diisi dengan bangunan megah.” Jawab Fiko
Apa? Anak yang masih berumur sekitar 10 – 11 tahun ini sudah mempunyai cita-cita? ‘Reina betapa suram hidupmu’ satu kalimat yang tiba-tiba terlintas diotakku.
“Mengapa kamu ingin menjadi arsitek dan membangun tempat seperti itu?”
“Aku kasihan melihat orang-orang. Lihat orang itu!” Jawabnya sambil menunjuk seorang ibu yang berjalan di trotoar dengan menggenggam payung agar terlindung dari sengatan matahari. “Kakak lihat kan, Ibu itu memakai payung padahal payung kan untuk melindungi kita dari hujan tapi siang ini matahari sedang bersinar dengan semangatnya. Pasti Ibu itu nggak tahan dengan panas yang menyengat ini. Kita butuh tempat rindang yang lebih ramah lingkungan sehingga dapat mengurangi suhu yang panas ini” Ia menghela napas sejenak. “Aku akan membuat bangunan seperti mall yang ramah lingkungan dengan tidak memakai kaca untuk lapisan dinding luarnya tapi diganti dengan tumbuhan dan akan terdapat berbagai macam tumbuhan di sana jadi nggak perlu AC. Selain itu biaya membuatnya pasti nggak terlalu mahal dan banyak banget keuntungan lainnya. Coba kakak bayangkan kalau semua mall di kota ini seperti itu! Pasti kota kita akan jadi lebih indah dan sejuk” Jelas Fiko panjang lebar dengan mata berbinar.
“Keren!” Gumamku tiba-tiba. Aku memandang kagum wajah polos dihadapanku ini. Alasan yang sangat sederhana tapi dapat membuatnya memiliki cita-cita luar biasa.
“Apa yang keren Kak?”
“Ide kamu, aku nggak nyangka anak seumuran kamu punya pemikiran seperti itu. Aku yang berumur 17 tahun aja nggak punya cita-cita. Aku iri sama kamu”
“Kakak nggak punya cita-cita? Nggak mungkin!”
“Tapi aku serius. Gimana caranya kamu tau cita-citamu itu?”
“Aku juga nggak tau, tiba-tiba aku ingin jadi arsitek saat Papa sama Mama mengajakku keliling kota” Jawabnya polos
“Pasti orangtuamu bangga mempunyai anak seperti kamu, Fiko”
“Tapi kayaknya cita-citaku nggak akan terwujud”
“Lo memangnya kenapa?”
“Karena Papa sama Mama nggak ngijinin aku sekolah lagi” Jawabnya. Raut mukanya tiba-tiba berubah menjadi sedih.
Mengapa orangtua Fiko tidak mengijinkannya sekolah? Apakah tidak ada biaya? Kupandangi anak laki-laki di hadapanku ini. Menurutku dari segi penampilan pakaian yang dikenakan sangat layak.
“Fikooo…!” Teriak seseorang dari kejauhan.
“Kak Ari!” Balas Fiko sambil berlari menuju lelaki yang memanggilnya.
“Kamu dari mana aja? Kakak nyariin kamu kemana-mana” Ucap lelaki itu. Tiba-tiba matanya mengarah padaku. “Siapa kamu?” Tanyanya dengan nada dingin.
“Itu kak Reina, dia teman baruku” Jawab Fiko.
“Iya, kenalkan aku Reina” Ucapku sambil mengulurkan tangan.
“Fiko, lain kali jangan mudah dekat dengan orang asing” Kata lelaki yang seingatku bernama Ari itu tanpa membalas uluran tanganku.
“Sudahlah ayo kita pulang! Kamu harus istirahat” Tambah Ari sambil menggenggam tangan Fiko dan melangkah menjauh.
“Tunggu!” Cegahku.
Lelaki itu menghentikan langkahnya. “Apa?”
“Kalau aku boleh tahu, mengapa Fiko nggak diijinkan sekolah?”
Ari mengalihkan pandangan ke wajah adiknya. “Fiko, lain kali jangan menceritakan urusan pribadi ke orang asing” Ucapnya. Fiko hanya mengangguk.
“Bukan urusanmu” Jawab Ari sambil mengalihkan pandangan ke arahku. Kemudian Ari dan Fiko melanjutkan langkah mereka yang sempat terhenti.
Ada apa dengan lelaki itu? Aku hanya bertanya baik-baik tapi ia seperti tidak ramah denganku. Apakah wajahku terlalu memberi kesan kriminal bagi setiap orang yang pertama kali melihatku?
“Hai, kamu ke sini sama siapa?” Tanyaku ketika berada di hadapan anak itu.
Namun ia hanya diam. Menatapku dengan pandangan bingung dan heran.
“Kenalkan aku Reina, nama kamu siapa?” Tambahku dengan nada ramah
Matanya menelusuriku dari kepala sampai ujung sepatu dengan wajah kebingungan dan mulutnya masih terkunci.
“Jangan takut, aku orang baik-baik kok. Aku sama sekali nggak mempunyai niatan jahat” Ucapku lagi meyakinkan
“Kakak pulang sekolah?” Kalimat pertama yang terlontar dari mulut kecilnya.
“Iya, nama kamu siapa?”
“Kakak nggak langsung pulang? Nggak dimarahi sama Mamanya kakak?”
Aku menghela napas. Dasar anak ini, aku bertanya A tapi jawaban yang keluar dari mulutnya Z. ‘Sabar Reina’ Batinku
“Nggak, kan kakak udah besar” Jawabku sambil mengambil duduk di sebelahnya
“Oh, enak ya!”
“Nama kamu siapa?”
“Nama kakak Reina? Namaku Fiko” Jawabnya sambil mengulurkan tangan.
Kuanggukan kepala sambil membalas uluran tangannya. “Kamu sendirian?” Tanyaku
“Seperti yang kakak lihat, memangnya kakak melihat ada orang lain di sebelahku selain kakak?”
“Iya juga ya” Jawabku sambil menggaruk kulit kepalaku yang tidak gatal. Pasti aku terlihat sangat bodoh di depan bocah ini. “Kamu sekolah dimana?” Tanyaku lagi untuk mengurangi kecanggungan di antara kami.
“Aku nggak sekolah”
“Kenapa?”
“Nggak dibolehin Mama sama Papa, padahal aku sangat ingin sekolah. Aku ingin sekolah tinggi sampai aku bisa menjadi arsitek. Aku akan membangun tempat yang rindang. Kota ini terlalu luas jika hanya diisi dengan bangunan megah.” Jawab Fiko
Apa? Anak yang masih berumur sekitar 10 – 11 tahun ini sudah mempunyai cita-cita? ‘Reina betapa suram hidupmu’ satu kalimat yang tiba-tiba terlintas diotakku.
“Mengapa kamu ingin menjadi arsitek dan membangun tempat seperti itu?”
“Aku kasihan melihat orang-orang. Lihat orang itu!” Jawabnya sambil menunjuk seorang ibu yang berjalan di trotoar dengan menggenggam payung agar terlindung dari sengatan matahari. “Kakak lihat kan, Ibu itu memakai payung padahal payung kan untuk melindungi kita dari hujan tapi siang ini matahari sedang bersinar dengan semangatnya. Pasti Ibu itu nggak tahan dengan panas yang menyengat ini. Kita butuh tempat rindang yang lebih ramah lingkungan sehingga dapat mengurangi suhu yang panas ini” Ia menghela napas sejenak. “Aku akan membuat bangunan seperti mall yang ramah lingkungan dengan tidak memakai kaca untuk lapisan dinding luarnya tapi diganti dengan tumbuhan dan akan terdapat berbagai macam tumbuhan di sana jadi nggak perlu AC. Selain itu biaya membuatnya pasti nggak terlalu mahal dan banyak banget keuntungan lainnya. Coba kakak bayangkan kalau semua mall di kota ini seperti itu! Pasti kota kita akan jadi lebih indah dan sejuk” Jelas Fiko panjang lebar dengan mata berbinar.
“Keren!” Gumamku tiba-tiba. Aku memandang kagum wajah polos dihadapanku ini. Alasan yang sangat sederhana tapi dapat membuatnya memiliki cita-cita luar biasa.
“Apa yang keren Kak?”
“Ide kamu, aku nggak nyangka anak seumuran kamu punya pemikiran seperti itu. Aku yang berumur 17 tahun aja nggak punya cita-cita. Aku iri sama kamu”
“Kakak nggak punya cita-cita? Nggak mungkin!”
“Tapi aku serius. Gimana caranya kamu tau cita-citamu itu?”
“Aku juga nggak tau, tiba-tiba aku ingin jadi arsitek saat Papa sama Mama mengajakku keliling kota” Jawabnya polos
“Pasti orangtuamu bangga mempunyai anak seperti kamu, Fiko”
“Tapi kayaknya cita-citaku nggak akan terwujud”
“Lo memangnya kenapa?”
“Karena Papa sama Mama nggak ngijinin aku sekolah lagi” Jawabnya. Raut mukanya tiba-tiba berubah menjadi sedih.
Mengapa orangtua Fiko tidak mengijinkannya sekolah? Apakah tidak ada biaya? Kupandangi anak laki-laki di hadapanku ini. Menurutku dari segi penampilan pakaian yang dikenakan sangat layak.
“Fikooo…!” Teriak seseorang dari kejauhan.
“Kak Ari!” Balas Fiko sambil berlari menuju lelaki yang memanggilnya.
“Kamu dari mana aja? Kakak nyariin kamu kemana-mana” Ucap lelaki itu. Tiba-tiba matanya mengarah padaku. “Siapa kamu?” Tanyanya dengan nada dingin.
“Itu kak Reina, dia teman baruku” Jawab Fiko.
“Iya, kenalkan aku Reina” Ucapku sambil mengulurkan tangan.
“Fiko, lain kali jangan mudah dekat dengan orang asing” Kata lelaki yang seingatku bernama Ari itu tanpa membalas uluran tanganku.
“Sudahlah ayo kita pulang! Kamu harus istirahat” Tambah Ari sambil menggenggam tangan Fiko dan melangkah menjauh.
“Tunggu!” Cegahku.
Lelaki itu menghentikan langkahnya. “Apa?”
“Kalau aku boleh tahu, mengapa Fiko nggak diijinkan sekolah?”
Ari mengalihkan pandangan ke wajah adiknya. “Fiko, lain kali jangan menceritakan urusan pribadi ke orang asing” Ucapnya. Fiko hanya mengangguk.
“Bukan urusanmu” Jawab Ari sambil mengalihkan pandangan ke arahku. Kemudian Ari dan Fiko melanjutkan langkah mereka yang sempat terhenti.
Ada apa dengan lelaki itu? Aku hanya bertanya baik-baik tapi ia seperti tidak ramah denganku. Apakah wajahku terlalu memberi kesan kriminal bagi setiap orang yang pertama kali melihatku?
*****
Malam yang menyenangkan, tanpa PR dan tanpa ulangan harian. Seandainya saja setiap hari seperti ini pasti semua pelajar tidak akan mengeluh. Untuk mengisi waktu luang, kutekan tombol power laptopku. Beberapa menit kemudian munculah gambar langit angkasa yang tak lain adalah wallpaper laptopku. Kugeser dan kuklik mouse beberapa kali dan kini wallpaper tersebut telah berubah menjadi lembar kerja yang penuh dengan beberapa tulisan.
Ya inilah duniaku, lebih tepatnya dunia keduaku. Sebenarnya aku suka menulis. Menulis apapun yang ada dipikiranku. Kutuangkan semua imajinasiku dalam kata-kata. Entah itu fiktif ataupun nonfiktif. Hanya dengan menulis aku bisa menjadi diriku sendiri tanpa kegundahan yang selalu menyelimutiku di dunia sesungguhnya. Kugerakkan 10 jari yang kupunya untuk menekan pelan beberapa abjad yang tersedia pada keyboard. Membentuk rangkaian kalimat panjang. Dan hanya beberapa menit saja, aku sudah tenggelam dalam imajinasiku sendiri.
Beberapa jam kemudian kalimat-kalimat tersebut berubah menjadi beberapa paragraf yang memenuhi 8 halaman. Kubaca ulang tulisan tersebut dari awal. Ada perasaan yang menyeruak dalam diriku. Perasaan senang yang tak terdefinisikan. Tapi, tidak ada yang mengetahui tentang dunia kedua ini termasuk kedua orangtuaku. Menurutku, Ayah dan Bunda tidak akan menyetujui jika anak perempuannya ini menjadi penulis. Karena mereka berimpian agar aku menjadi orang yang bergelut dalam bidang kesehatan. Tapi jauh dalam diriku tak ada niatan untuk terjun ke bidang tersebut, aku tidak tertarik dengan hal itu. Itulah salah satu faktor mengapa sampai sekarang aku masih bingung dengan tujuanku kelak.
Kuhempaskan tubuhku ke sandaran kursi. Kutatap langit-langit kamar yang hanya berwarna putih polos. Tiba-tiba aku teringat Fiko. Pertemuan singkat dengannya tadi siang membuatku tergugah untuk mencari tujuan dan cita-citaku. Impian si bocah polos itu sangat luar biasa. Arsitek? Aku kurang mengerti dengan profesi itu. Dengan rasa penasaran kuklik ikon yang bertuliskan ‘google’ kemudian kuketik kata kunci ‘arsitek’ di kolom pencarian.
Muncul beberapa pilihan artikel. Ada satu judul artikel yang menarik perhatianku. Setelah kubuka, ternyata sebuah blog yang menceritakan tentang perubahan hidup seorang mahasiswa arsitektur. Aku sangat terkejut membaca tulisan dalam blog tersebut. Dituliskan bahwa si penulis merasa menyesal telah memilih jurusan arsitektur, perubahan pola makan dan jam tidur si penulis yang mengarah ke penurunan serta penulis juga menuliskan bahwa kehidupan arsitek tidak seperti yang diasumsikan oleh masyarakat selama ini karena hanya 10 % dari arsitek di negara ini yang termasuk dalam IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) dan 90% lainnya ada yang membuka usaha sendiri, ada yang beralih profesi namun masih berhubungan dengan ilmu arsitektur dan sebagian memilih pekerjaan yang menyimpang dari arsitektur bahkan ada juga yang menjadi pengangguran.
Setelah membaca blog tersebut nyaliku menciyut. Begitu susahkah menjadi arsitek? Bukankah arsitek pekerjaan yang hanya mengandalkan perhitungan dan kemampuan menggambar? Begitu kerasnya persaingan di luar sana. Semoga saja Fiko tetap semangat demi impian arsiteknya itu dan aku yakin kelak ia akan menjadi arsitek sukses.
*****
“Bagaimana kuliahmu?” Tanya Ayah kepada Kak Artan ketika semua anggota keluarga berkumpul untuk sarapan.
“Baik Yah, lagi banyak-banyaknya tugas dari dosen” Jawab kakakku satu-satunya itu.
“Belajar yang rajin, kuliah ini menentukan untuk profesimu kelak” Ingat Ayah.
“Iya. Oh ya minggu ini aku akan ada turnamen futsal ” Balas Kak Artan.
“Kamu jangan terlalu fokus ke futsal nanti kuliahnya mogok kan repot” Tambah Bunda.
“Futsal cuma untuk hobi aja kok Bun, prioritas utama tetap jadi pengacara”
“Pokoknya Ayah sama Bunda nggak mau dengar berita aneh-aneh tentang kuliahmu”
“Siap, kalian tenang aja!”
“Baik Yah, lagi banyak-banyaknya tugas dari dosen” Jawab kakakku satu-satunya itu.
“Belajar yang rajin, kuliah ini menentukan untuk profesimu kelak” Ingat Ayah.
“Iya. Oh ya minggu ini aku akan ada turnamen futsal ” Balas Kak Artan.
“Kamu jangan terlalu fokus ke futsal nanti kuliahnya mogok kan repot” Tambah Bunda.
“Futsal cuma untuk hobi aja kok Bun, prioritas utama tetap jadi pengacara”
“Pokoknya Ayah sama Bunda nggak mau dengar berita aneh-aneh tentang kuliahmu”
“Siap, kalian tenang aja!”
Aku menghembuskan napas berat. Masih terlalu pagi untuk membahas cita-cita, bukan? Apa tidak ada topik lain untuk perbincangan di meja makan ini? Kak Artan selalu bisa membuat Ayah dan Bunda bangga. Kakakku itu mahasiswa hukum di salah satu universitas ternama di kota ini dan ia bercita-cita menjadi pengacara terkenal. Apa sih enaknya debat di pengadilan demi klien?
“Kalau kamu bagaiman Rei? Sudah tau mau kuliah jurusan apa?” Tanya Ayah tiba-tiba kepadaku
“mmm… nggak tau Yah” Jawabku pelan
“Gimana toh kamu ini? Kamu sudah kelas 2 SMA, Reina” Balas Ayah dengan logat Jawa yang sangat kental
“Masih belum ada yang pas”
“Jurusan apa yang pas untuk anak yang tidak bercita-cita?” Tanya Ayah dengan nada merendahkan
Aku jengah mendengar pertanyaan itu.
“Sastra” Jawabku pelan
“Sastra? Mau jadi opo kamu? Jurusan Bahasa di SMA aja di hapus” Balas Ayah kemudian meneguk teh hangat yang ada di genggamannya. “Oh ya kemarin anak teman Ayah yang jurusan kedokteran itu sudah memasuki semester akhir dan sekarang lagi sibuk-sibuknya ngurus skripsi” Tambah beliau
Aku menghembuskan napas pelan. ‘Itu kan anak teman Ayah bukan aku’ Batinku
“Gimana kalau Ayah kenalkan sama kamu? Biar bisa bertukar pengalaman?” Tanya Ayah
“Terserah” Ucapku pasrah “Aku harus berangkat sekarang, ada tugas yang belum selesai” Tambahku sambil beranjak dari kursi.
“Gimana mau masuk kedokteran kalau tugas aja masih nyontek?” Sindir Kak Artan
Tapi telingaku sudah cukup kebal mendengar sindiran-sindiran seperti itu. Setelah mencium tangan Ayah dan Bunda, aku langsung melangkah menuju pintu tanpa menggubris sindiran Kak Artan.
“Kalau kamu bagaiman Rei? Sudah tau mau kuliah jurusan apa?” Tanya Ayah tiba-tiba kepadaku
“mmm… nggak tau Yah” Jawabku pelan
“Gimana toh kamu ini? Kamu sudah kelas 2 SMA, Reina” Balas Ayah dengan logat Jawa yang sangat kental
“Masih belum ada yang pas”
“Jurusan apa yang pas untuk anak yang tidak bercita-cita?” Tanya Ayah dengan nada merendahkan
Aku jengah mendengar pertanyaan itu.
“Sastra” Jawabku pelan
“Sastra? Mau jadi opo kamu? Jurusan Bahasa di SMA aja di hapus” Balas Ayah kemudian meneguk teh hangat yang ada di genggamannya. “Oh ya kemarin anak teman Ayah yang jurusan kedokteran itu sudah memasuki semester akhir dan sekarang lagi sibuk-sibuknya ngurus skripsi” Tambah beliau
Aku menghembuskan napas pelan. ‘Itu kan anak teman Ayah bukan aku’ Batinku
“Gimana kalau Ayah kenalkan sama kamu? Biar bisa bertukar pengalaman?” Tanya Ayah
“Terserah” Ucapku pasrah “Aku harus berangkat sekarang, ada tugas yang belum selesai” Tambahku sambil beranjak dari kursi.
“Gimana mau masuk kedokteran kalau tugas aja masih nyontek?” Sindir Kak Artan
Tapi telingaku sudah cukup kebal mendengar sindiran-sindiran seperti itu. Setelah mencium tangan Ayah dan Bunda, aku langsung melangkah menuju pintu tanpa menggubris sindiran Kak Artan.
Kulajukan motor kesayanganku melawan hiruk pikuk Kota Pahlawan ini. 15 menit kemudian aku sudah memasuki gerbang yang tak asing bagiku. Sekolah sekolah dan sekolah. Ya, rutinitas yang diwajibkan namun belum tentu menjamin masa depan kita kelak.
*****
Kuedarkan pandangan ke sekeliling. Serba putih. Sekarang aku berada di rumah sakit. Kalau saja bukan karena Bunda yang mengajakku menjenguk salah satu teman arisannya, pasti sekarang aku masih menikmati mimpi indah di kasur empukku.
Aku mengikuti langkah Bunda menelusuri lorong demi lorong di rumah sakit ini. “Bun, kita tanya aja!” Usulku.
“Kayaknya belok sini” Ucap Bunda.
“Sus, kamar mawar dimana ya?” Tanyaku kepada seorang suster yang kebetulan lewat tanpa menghiraukan ucapan Bunda.
“Oh, belok kiri trus lurus aja. Kamar mawar ada di sebelah kanan” Jawab Suster tersebut.
“Makasih Sus” Balasku sambil tersenyum.
“Oh iya belok kiri, Bunda ingat sekarang” Tambah Bunda dengan nada seolah-olah tahu.
Aku menghela napas perlahan.
“Rei, habis ini luruskan?”
“Katanya Bunda udah ingat?” Pancingku.
“Ya, Bunda kan cuma memastikan biar nggak nyasar” Balas Bunda mengelak.
‘Bunda… Bunda…’ Batinku
Aku mengikuti langkah Bunda menelusuri lorong demi lorong di rumah sakit ini. “Bun, kita tanya aja!” Usulku.
“Kayaknya belok sini” Ucap Bunda.
“Sus, kamar mawar dimana ya?” Tanyaku kepada seorang suster yang kebetulan lewat tanpa menghiraukan ucapan Bunda.
“Oh, belok kiri trus lurus aja. Kamar mawar ada di sebelah kanan” Jawab Suster tersebut.
“Makasih Sus” Balasku sambil tersenyum.
“Oh iya belok kiri, Bunda ingat sekarang” Tambah Bunda dengan nada seolah-olah tahu.
Aku menghela napas perlahan.
“Rei, habis ini luruskan?”
“Katanya Bunda udah ingat?” Pancingku.
“Ya, Bunda kan cuma memastikan biar nggak nyasar” Balas Bunda mengelak.
‘Bunda… Bunda…’ Batinku
Tak lama ketemulah kamar Mawar yang kami cari-cari dan tanpa membuang waktu lagi Bunda langsung masuk ke dalam. Terlihat seorang wanita setengah baya terbaring lemah dengan infus di tangan kirinya. Wanita itu tersenyum kecil saat mengetahui kami datang dan Bunda berusaha memeluk sahabatnya tersebut. Sangat mengharukan. Karena tidak ingin mengganggu, kuputuskan untuk keluar sekaligus mencari angin.
Kakiku terhenti saat melewati taman tengah rumah sakit tersebut. Mataku menangkap sosok yang tak asing. Kumajukan langkah mendekati sosok tersebut.
“Fiko” Panggilku pelan.
Refleks ia menoleh ke arahku dan tersenyum. “Kak Reina? Ngapain kakak ke sini?”
“Iya, hanya mengantar Bunda menjenguk temannya. Kamu sendiri ngapain di…” Pertanyaanku terhenti saat aku menyadari bahwa Fiko mengenakan pakaian yang sama seperti yang dikenakan teman Bunda tadi. “Kamu sakit?”
“Aku nggak tau. Yang kutahu hampir setiap Minggu aku harus ke rumah sakit” Jawabnya polos
Aku memandangnya dengan tatapan prihatin.
“Kak Reina, aku senang bisa mengenal kakak” Tambahnya tiba-tiba
“Aku juga beruntung bisa bertemu anak sehebat kamu” Balasku sambil tersenyum
“Aku iri sama kakak. Kakak bisa sekolah sampai setinggi yang kakak mau. Sedangkan aku hanya sekolah sampai kelas 4 SD”
Kutatap lekat sepasang mata di hadapanku ini, aku melihat keputusasaan dibalik manik hitamnya. Tak kutemukan binar mata yang kutangkap saat pertama bertemu dengannya. Sepasang mata itu kini beralih, memandang rerumputan hijau yang sedikit menari terkena sapuan pelan angin.
“Kenapa kamu iri sama aku? Walaupun aku sekolah sampai SMA tapi aku nggak sehebat kamu. Kamu anak terhebat yang pernah aku temui” Ucapku sambil mengusap pelan puncak kepala Fiko. “Kalau sudah sembuh aku yakin orangtuamu pasti ngijinin kamu sekolah” Tambahku
“Semoga aja” Jawabnya pelan dengan mata menerawang jauh entah kemana.
“Kamu harus makan yang banyak terus minum obat teratur biar cepat sembuh dan sekolah lagi”
Ia hanya diam. Aku tak tahu apa yang ada di pikirannya kini.
“Kemarin aku nggak sengaja dengar percakapan Papa dan Dokter Hadi. Katanya semua semakin parah dan umurku nggak lama lagi” Kalimat yang terlontar dari mulut kecil itu
Aku terkejut mendengarnya. Penyakit apa yang diderita Fiko? Apakah separah itu?
“Apakah aku akan mati?” Tanyanya polos
“Fiko, yang tahu umur kita cuma Tuhan, dokter kan cuma manusia biasa sama seperti kita” Balasku sambil menatap wajah polos di sampingku itu.
“Aku berdoa agar Tuhan memberiku umur panjang sampai aku bisa membuat Mama, Papa dan Kak Ari bangga”
“Amin, pasti Tuhan mendengarkan doa anak hebat seperti kamu”
Tiba-tiba Fiko mendongakkan kepalanya. Menghadap langit yang berwarna biru bercampur dengan abu-abu gelap. Aku pun mengikutinya. Kemana matahari siang ini? Mengapa ia bersembunyi di balik awan gelap?
“mmmhh” Napas Fiko tiba-tiba tersengal-sengal
“Fiko kamu kenapa?” Tanyaku gugup
Tapi mulutnya tak mengeluarkan satu kata pun. Wajahnya semakin pucat. Dan napasnya semakin tidak beraturan. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Hanya berteriak minta tolong dengan sekencang-kencangnya. Untung saja, tak lama beberapa suster datang dan langsung membawa Fiko.
“Fiko” Panggilku pelan.
Refleks ia menoleh ke arahku dan tersenyum. “Kak Reina? Ngapain kakak ke sini?”
“Iya, hanya mengantar Bunda menjenguk temannya. Kamu sendiri ngapain di…” Pertanyaanku terhenti saat aku menyadari bahwa Fiko mengenakan pakaian yang sama seperti yang dikenakan teman Bunda tadi. “Kamu sakit?”
“Aku nggak tau. Yang kutahu hampir setiap Minggu aku harus ke rumah sakit” Jawabnya polos
Aku memandangnya dengan tatapan prihatin.
“Kak Reina, aku senang bisa mengenal kakak” Tambahnya tiba-tiba
“Aku juga beruntung bisa bertemu anak sehebat kamu” Balasku sambil tersenyum
“Aku iri sama kakak. Kakak bisa sekolah sampai setinggi yang kakak mau. Sedangkan aku hanya sekolah sampai kelas 4 SD”
Kutatap lekat sepasang mata di hadapanku ini, aku melihat keputusasaan dibalik manik hitamnya. Tak kutemukan binar mata yang kutangkap saat pertama bertemu dengannya. Sepasang mata itu kini beralih, memandang rerumputan hijau yang sedikit menari terkena sapuan pelan angin.
“Kenapa kamu iri sama aku? Walaupun aku sekolah sampai SMA tapi aku nggak sehebat kamu. Kamu anak terhebat yang pernah aku temui” Ucapku sambil mengusap pelan puncak kepala Fiko. “Kalau sudah sembuh aku yakin orangtuamu pasti ngijinin kamu sekolah” Tambahku
“Semoga aja” Jawabnya pelan dengan mata menerawang jauh entah kemana.
“Kamu harus makan yang banyak terus minum obat teratur biar cepat sembuh dan sekolah lagi”
Ia hanya diam. Aku tak tahu apa yang ada di pikirannya kini.
“Kemarin aku nggak sengaja dengar percakapan Papa dan Dokter Hadi. Katanya semua semakin parah dan umurku nggak lama lagi” Kalimat yang terlontar dari mulut kecil itu
Aku terkejut mendengarnya. Penyakit apa yang diderita Fiko? Apakah separah itu?
“Apakah aku akan mati?” Tanyanya polos
“Fiko, yang tahu umur kita cuma Tuhan, dokter kan cuma manusia biasa sama seperti kita” Balasku sambil menatap wajah polos di sampingku itu.
“Aku berdoa agar Tuhan memberiku umur panjang sampai aku bisa membuat Mama, Papa dan Kak Ari bangga”
“Amin, pasti Tuhan mendengarkan doa anak hebat seperti kamu”
Tiba-tiba Fiko mendongakkan kepalanya. Menghadap langit yang berwarna biru bercampur dengan abu-abu gelap. Aku pun mengikutinya. Kemana matahari siang ini? Mengapa ia bersembunyi di balik awan gelap?
“mmmhh” Napas Fiko tiba-tiba tersengal-sengal
“Fiko kamu kenapa?” Tanyaku gugup
Tapi mulutnya tak mengeluarkan satu kata pun. Wajahnya semakin pucat. Dan napasnya semakin tidak beraturan. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Hanya berteriak minta tolong dengan sekencang-kencangnya. Untung saja, tak lama beberapa suster datang dan langsung membawa Fiko.
Aku hanya berdiri di balik tembok tak jauh dari ruang tempat Fiko dirawat. Aku tidak mempunyai keberanian untuk bertatapan langsung dengan keluarga Fiko. Aku takut. Apa ini semua salahku? Semoga tidak terjadi apa-apa dengannya. Tiba-tiba seorang dokter keluar dari ruangan itu.
“Dokter, bagaimana keadaan anak saya?” Tanya Mama Fiko dengan air mata masih mengalir di pipinya.
Dokter itu hanya terdiam.
“Dokter, bagaimana keadaan anak saya?” Tanya Mama Fiko dengan air mata masih mengalir di pipinya.
Dokter itu hanya terdiam.
*****
Aku melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 03.00 pagi. Kemudian aku beranjak dari tempat tidur menuju meja belajar. Kubuka jendela yang berada di sebelah kanan meja belajar. Angin malam berhembus pelan. Kurasakan gesekan angin yang tercipta di kulitku, sangat dingin. Tapi hal itu tak membuatku untuk berpikiran kembali ke tempat tidur. Kutatap langit malam, tak ada bintang yang bertebaran. Aku tak tahu mengapa banyak orang menganggap bintang itu indah. Bintang hanya pelengkap langit. Meskipun tanpa pelengkap tersebut, langit tetap terang dengan cahaya bulan yang lebih indah.
Dengan mata masih menatap langit malam, pikiranku mengingat kejadian 1 minggu yang lalu. Fiko. Mengapa ia harus pergi menghadapNya secepat ini? Mengapa Tuhan mengambil anak yang memiliki cita-cita jelas seperti Fiko? Tapi mengapa Tuhan justru membiarkan anak tidak jelas sepertiku untuk hidup lebih lama? Mengapa aku diberi umur panjang sedangkan Fiko tidak? Mengapa harus dia yang mengidap lupus, Tuhan? Apa benar Tuhan tidak adil?
Tiba-tiba seekor kupu-kupu terbang di dekat jendela. Kupu-kupu cantik itu terbang dengan bebasnya. Menurut banyak orang kupu-kupu adalah hewan yang memiliki metamorfosis yang sangat mengagumkan. Dari telur kecil berubah menjadi ulat. Ulat yang menjijikkan, tak dianggap dan tak ada satupun orang yang ingin tersentuh olehnya. Namun beberapa hari kemudian ulat tersebut bersembunyi membentuk kepompong. Menurutku, di dalam kepompong ulat merenung mencari cara agar dapat di anggap dan tidak diremehkan oleh dunia. Sehingga ulat berubah menjadi kupu-kupu cantik yang selalu dikagumi banyak orang.
Kuhembuskan napas perlahan. Seandainya saja Fiko diberi waktu lebih lama lagi, aku yakin ia akan menjadi kupu-kupu cantik itu. Sebuah pikiran konyol tiba-tiba melintas di otakku. Tidak mungkin. Tapi apa salahnya aku mencoba? Mencoba untuk menjadi kupu-kupu tersebut. Senyum kecil tercetak dibibir ini. Sekarang aku tahu.
“Rei… Rei… Ayo bangun! Nanti kamu terlambat!”
“Iya, 5 menit lagi” Jawabku
“Ayo cepat bangun!!”
Dengan mata yang masih enggan untuk dibuka aku melangkah menuju kamar mandi. Dan 10 menit kemudian aku sudah menyantap nasi goreng buatan Bunda.
“Rei, kamu semalam ngapain aja toh? Kok sampai tidur di meja belajar?” Tanya Bunda.
“Kamu belajar sampai larut malam?” Tambah Kak Artan dengan nada terkejut.
“Nggak, ada hal yang lebih penting kulakukan daripada belajar” Jawabku mantap sambil memasukkan sesuap nasi goreng ke mulut.
“Heh sembrono kamu! Belajar itu yang paling penting” Balas Ayah
Aku hanya membalas dengan senyuman.
“Rei… Rei… Ayo bangun! Nanti kamu terlambat!”
“Iya, 5 menit lagi” Jawabku
“Ayo cepat bangun!!”
Dengan mata yang masih enggan untuk dibuka aku melangkah menuju kamar mandi. Dan 10 menit kemudian aku sudah menyantap nasi goreng buatan Bunda.
“Rei, kamu semalam ngapain aja toh? Kok sampai tidur di meja belajar?” Tanya Bunda.
“Kamu belajar sampai larut malam?” Tambah Kak Artan dengan nada terkejut.
“Nggak, ada hal yang lebih penting kulakukan daripada belajar” Jawabku mantap sambil memasukkan sesuap nasi goreng ke mulut.
“Heh sembrono kamu! Belajar itu yang paling penting” Balas Ayah
Aku hanya membalas dengan senyuman.
*****
2023
“Ketika ulat mengepakkan sayap dan terbang tinggi dengan indahnya.”
- Artan
- Artan
“Ya pemirsa, dapat kita saksikan betapa ramainya suasana di sini. Semua orang tidak sabar untuk mengetahui siapa otak di balik proyek yang luar biasa ini” Ucap salah satu reporter sambil menghadap kamera.
Yang dikatakan reporter tersebut memang benar. Di sini sangat ramai bahkan para polisi harus turun tangan agar tidak terjadi kemacetan. Hari ini memang hari yang bersejarah untuk kota kelahiranku ini. Tidak hanya walikota yang hadir tapi juga gubernur bahkan presiden ikut menyempatkan diri demi acara ini.
“Ya semuanya harap tenang!” Ucap pemandu acara “Baiklah untuk menyingkat waktu inilah orang yang kita tunggu-tunggu!!” Tambahnya
Tiba-tiba seorang wanita keluar dengan senyum lebar tercetak di bibirnya. Sangat cantik. Sontak semua orang bertepuk tangan dengan tatapan kagum.
“Reina Deanessa!!!”
Aku masih terpaku dengan wanita yang berdiri tepat di depan pita itu. Wanita itu Reina, adik kandungku. Ya, Reina adalah otak dari semua ini. Kulirik Ayah dan Bunda, tanpa sadar mereka meneteskan air mata. Air mata itu adalah rasa bangga mereka yang tak sanggup diungkapkan.
“Assalamualaikum Warrohmatullahi Wabarokatu, selamat pagi semuannya! Sebelumnya perkenalkan saya Reina Deanessa. Sebenarnya saya tidak berperan penting dalam pembangunan FI-Green Mall ini. Dan ide ini bukanlah ide saya” Ucap Reina. Sontak semua orang terkejut, termasuk aku.
“Perlu diketahui saya hanya dalang dibalik proyek pembangunan FI-Green Mall ini dan saya tidak sendiri, saya bersama banyak pihak. Tapi otak di balik ini semuanya adalah teman kecil saya, Fiko. Ia adalah anak dengan pemikiran yang sangat luar biasa. Ide ini keluar begitu saja dari mulutnya dan ini adalah cita-cita hidupnya. Hanya saja takdir berkata lain, Fiko meninggal di usia 11 tahun karena penyakit lupus yang dideritanya. Ia mengajarkan saya akan pentingnya cita-cita dan tujuan dalam hidup. Sejak saat itu saya menemukan tujuan hidup saya yaitu mewujudkan cita-cita Fiko. Ya, mewujudkan cita-cita orang lain bukan hal yang buruk bukan? Dan dari ia juga, saya memahami akan cara menghargai waktu dan makna kehidupan. Waktu memang akan terasa menyebalkan jika kita hanya melihatnya dari sebelah mata, tapi coba kita buka mata lebar-lebar. Apa patut kita menyalakan waktu? Yang salah bukanlah waktu, tapi kita sendiri. Kita yang kurang memahami waktu. Andaikan saja kita bisa merasakan betapa berharganya hembusan napas yang keluar setiap detiknya, pasti kita akan dapat menghargai waktu. Sedangkan makna kehidupan yang saya temukan adalah hidup bukanlah hal yang patut disia-siakan. Lakukan yang terbaik dalam hidup ini. Ingat! Kita bukan kucing yang mempunyai 9 nyawa. Kita hanya diberi satu kesempatan untuk hidup. Renungkanlah apa yang kalian inginkan kemudian tentukan tujuan hidup kalian. Hidup ini akan terasa lebih mudah jika kita mempunyai tujuan”
Tepuk tangan terdengar dari semua sudut. Reina memang sangat membanggakan. Aku tidak menyangka adik kecilku itu telah tumbuh menjadi orang hebat.
“Oh ya saya hampir lupa, kata FI dalam nama FI-Green ini adalah singkatan dari Fiko Inggada. Saya sengaja menyelipkan nama Fiko agar semua orang tahu bahwa Fiko lah yang paling berperan dalam pembangunan Mall ramah lingkungan ini” Tambah Reina “Saya atas nama Fiko meyatakan bahwa Mall ini resmi dibuka!” Teriak Reina sambil memotong bagian tengah pita.
Yang dikatakan reporter tersebut memang benar. Di sini sangat ramai bahkan para polisi harus turun tangan agar tidak terjadi kemacetan. Hari ini memang hari yang bersejarah untuk kota kelahiranku ini. Tidak hanya walikota yang hadir tapi juga gubernur bahkan presiden ikut menyempatkan diri demi acara ini.
“Ya semuanya harap tenang!” Ucap pemandu acara “Baiklah untuk menyingkat waktu inilah orang yang kita tunggu-tunggu!!” Tambahnya
Tiba-tiba seorang wanita keluar dengan senyum lebar tercetak di bibirnya. Sangat cantik. Sontak semua orang bertepuk tangan dengan tatapan kagum.
“Reina Deanessa!!!”
Aku masih terpaku dengan wanita yang berdiri tepat di depan pita itu. Wanita itu Reina, adik kandungku. Ya, Reina adalah otak dari semua ini. Kulirik Ayah dan Bunda, tanpa sadar mereka meneteskan air mata. Air mata itu adalah rasa bangga mereka yang tak sanggup diungkapkan.
“Assalamualaikum Warrohmatullahi Wabarokatu, selamat pagi semuannya! Sebelumnya perkenalkan saya Reina Deanessa. Sebenarnya saya tidak berperan penting dalam pembangunan FI-Green Mall ini. Dan ide ini bukanlah ide saya” Ucap Reina. Sontak semua orang terkejut, termasuk aku.
“Perlu diketahui saya hanya dalang dibalik proyek pembangunan FI-Green Mall ini dan saya tidak sendiri, saya bersama banyak pihak. Tapi otak di balik ini semuanya adalah teman kecil saya, Fiko. Ia adalah anak dengan pemikiran yang sangat luar biasa. Ide ini keluar begitu saja dari mulutnya dan ini adalah cita-cita hidupnya. Hanya saja takdir berkata lain, Fiko meninggal di usia 11 tahun karena penyakit lupus yang dideritanya. Ia mengajarkan saya akan pentingnya cita-cita dan tujuan dalam hidup. Sejak saat itu saya menemukan tujuan hidup saya yaitu mewujudkan cita-cita Fiko. Ya, mewujudkan cita-cita orang lain bukan hal yang buruk bukan? Dan dari ia juga, saya memahami akan cara menghargai waktu dan makna kehidupan. Waktu memang akan terasa menyebalkan jika kita hanya melihatnya dari sebelah mata, tapi coba kita buka mata lebar-lebar. Apa patut kita menyalakan waktu? Yang salah bukanlah waktu, tapi kita sendiri. Kita yang kurang memahami waktu. Andaikan saja kita bisa merasakan betapa berharganya hembusan napas yang keluar setiap detiknya, pasti kita akan dapat menghargai waktu. Sedangkan makna kehidupan yang saya temukan adalah hidup bukanlah hal yang patut disia-siakan. Lakukan yang terbaik dalam hidup ini. Ingat! Kita bukan kucing yang mempunyai 9 nyawa. Kita hanya diberi satu kesempatan untuk hidup. Renungkanlah apa yang kalian inginkan kemudian tentukan tujuan hidup kalian. Hidup ini akan terasa lebih mudah jika kita mempunyai tujuan”
Tepuk tangan terdengar dari semua sudut. Reina memang sangat membanggakan. Aku tidak menyangka adik kecilku itu telah tumbuh menjadi orang hebat.
“Oh ya saya hampir lupa, kata FI dalam nama FI-Green ini adalah singkatan dari Fiko Inggada. Saya sengaja menyelipkan nama Fiko agar semua orang tahu bahwa Fiko lah yang paling berperan dalam pembangunan Mall ramah lingkungan ini” Tambah Reina “Saya atas nama Fiko meyatakan bahwa Mall ini resmi dibuka!” Teriak Reina sambil memotong bagian tengah pita.
Lagi-lagi hanya tepuk tangan yang terdengar. Sepertinya sebentar lagi adik perempuanku ini akan menjadi arsitek sukses dan terkenal. Reina membalas beberapa uluran tangan yang ditujukan padanya sebagai tanda ucapan selamat. Tak lama Reina berlari ke arahku. Tidak, lebih tepatnya ia berlari memeluk Ayah dan Bunda.
“Kamu hebat!” ucap Ayah sambil menghapus buliran yang membasahi pipinya
“Aku bangga sama kamu Rei” Tambahku. Kemudian Reina memelukku erat.
“Terima kasih Kak” Balasnya
“Reina..” Panggil seseorang tiba-tiba
Adikku hanya memandang orang yang kini di depannya itu dengan tatapan bingung.
“Mungkin kamu lupa, tapi aku mengucapkan terima kasih yang tak terhingga” Tambah orang itu lagi
“Terima kasih? Untuk apa?” Balas Reina semakin bingung
“Karena kamu telah merealisasikan impian adikku satu-satunya” Jawab orang itu
Ekspresi Reina tiba-tiba berubah. Ia terkejut. “Ari?” Ucap Reina pelan
Lelaki itu hanya tersenyum. Senyuman penuh arti.
“Kamu hebat!” ucap Ayah sambil menghapus buliran yang membasahi pipinya
“Aku bangga sama kamu Rei” Tambahku. Kemudian Reina memelukku erat.
“Terima kasih Kak” Balasnya
“Reina..” Panggil seseorang tiba-tiba
Adikku hanya memandang orang yang kini di depannya itu dengan tatapan bingung.
“Mungkin kamu lupa, tapi aku mengucapkan terima kasih yang tak terhingga” Tambah orang itu lagi
“Terima kasih? Untuk apa?” Balas Reina semakin bingung
“Karena kamu telah merealisasikan impian adikku satu-satunya” Jawab orang itu
Ekspresi Reina tiba-tiba berubah. Ia terkejut. “Ari?” Ucap Reina pelan
Lelaki itu hanya tersenyum. Senyuman penuh arti.
Subscribe to:
Comments (Atom)
Search
Popular Posts
-
Muhammad Syifa El Zain Ratapan Anak Tiri Dikisahkan, ada sebuah keluarga rukun yang terdiri dari ayah, ...
-
Jenis Buku : Buku Fiksi Judul Buku : The Chronicles of Ghazi Pengarang ...
-
Apa kamu ingat ketika kita besama .. melewati segala rintangan yang ada didepan mata .. Apa kamu ingat saat kita tertawa ...
-
Pertemananku Terhalang Geng Kucing Dikisahkan pada suatu sekolah ada dua geng yang saling bermusuhan, yaitu geng tikus da...
-
PERPISAHAN Dulu.... Ketika Aku masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah Aku dan temanku selalu tertawa. Penuh senda gurau. Se...
Categories
Blog Archive
-
▼
2014
(43)
-
▼
July
(41)
- Makeup Korea
- Tutorial Winged Eyeliner Yang Cocok Untuk Semua Be...
- 5 Tips Sehat Menjaga Mata Ketika Memakai Kosmetik
- Eye Makeup Tutorial For Hijabers
- Tanda Tanda Orang Yang Akan Meninggal
- 100 Fakta Unik dan Lucu Di Dunia Ini
- Fakta-Fakta Unik
- Perasaan Terpendam
- Tangis Darahku
- Sendiri Merundung Sepi
- Persahabatan
- When The Caterpilar Fly
- Kami Tak Berwajah
- Tulisan Di Balik Sepotong Ubin
- Hantu Si Hitam Besar
- Mama, Tuhan, dan Hidup
- Cahaya Lilin Natal
- Sahabat Jadi Cinta
- Antara Kau Dan Kejora
- Cinta Yang Terkubur
- Kamu dan Mamahmu
- Bunga Pohon Makuswei
- Kutukan Sang Penyihir
- Bersauh
- Sahabatku Berubah
- Smartphone Untuk Sina
- Mencintai dan Memaafkan
- Matahariku Telah Pergi
- Cerita Dibalik Sebuah Cita Cita
- Don't Miss Me Again
- Tak Sehebat Einstein
- Terima Kasih Telah Mencintaiku
- Bunga Krisan Itu Untukmu
- I Want You Say Love To Me
- Kerinduan Terindah
- Bintang Kecil Itu Adikku
- Bagaimana Mungkin?
- Akhir Penantianku
- Lihat Dengan Hati
- Resensi Novel Sepatu Dahlan
- Resensi Buku The Chronicles of Ghazi
-
▼
July
(41)
Total Pageviews
Blog Archive
-
▼
2014
(43)
-
▼
July
(41)
- Makeup Korea
- Tutorial Winged Eyeliner Yang Cocok Untuk Semua Be...
- 5 Tips Sehat Menjaga Mata Ketika Memakai Kosmetik
- Eye Makeup Tutorial For Hijabers
- Tanda Tanda Orang Yang Akan Meninggal
- 100 Fakta Unik dan Lucu Di Dunia Ini
- Fakta-Fakta Unik
- Perasaan Terpendam
- Tangis Darahku
- Sendiri Merundung Sepi
- Persahabatan
- When The Caterpilar Fly
- Kami Tak Berwajah
- Tulisan Di Balik Sepotong Ubin
- Hantu Si Hitam Besar
- Mama, Tuhan, dan Hidup
- Cahaya Lilin Natal
- Sahabat Jadi Cinta
- Antara Kau Dan Kejora
- Cinta Yang Terkubur
- Kamu dan Mamahmu
- Bunga Pohon Makuswei
- Kutukan Sang Penyihir
- Bersauh
- Sahabatku Berubah
- Smartphone Untuk Sina
- Mencintai dan Memaafkan
- Matahariku Telah Pergi
- Cerita Dibalik Sebuah Cita Cita
- Don't Miss Me Again
- Tak Sehebat Einstein
- Terima Kasih Telah Mencintaiku
- Bunga Krisan Itu Untukmu
- I Want You Say Love To Me
- Kerinduan Terindah
- Bintang Kecil Itu Adikku
- Bagaimana Mungkin?
- Akhir Penantianku
- Lihat Dengan Hati
- Resensi Novel Sepatu Dahlan
- Resensi Buku The Chronicles of Ghazi
-
▼
July
(41)
Powered by Blogger.














