Selamat datang di blog saya. Semoga apa yang anda cari ada di sini. Selamat berkunjung :)

Monday, 30 June 2014

On 20:44:00 by Unknown in    No comments
Namaku Taufik.Aku adalah salah satu siswa di sebuah SMA di Bandung yang mengalami hal yang takkan pernah terlupakan.Semua terjadi begitu saja.Hingga rasanya itu hanyalah sebuah mimpi.Mimpi yang amat buruk ! Bahkan aku tak bisa menggunakan akal sehatku.Benar-benar irasional! Akan kukisahkan pengalamanku padamu agar kejadian ini tidak akan pernah terjadi lagi.
Ketika aku bersekolah,aku mempunyai seorang sahabat.Namanya Rizki.Dia sahabat yang selalu mengerti bagaimana perasaanku.Dia selalu memberi semangat dan motivasi yang tiada hentinya.Namun,terkadang aku merasa bahwa aku bukanlah sahabatnya.Karena aku tidak pernah mengerti apa yang sedang dipikirkannya.
Aku sedang berjalan ketika  aku melihat sahabatku duduk sendiri.Kulihat dari kejauhan,dia terlihat tertawa sendiri.Seperti tertawa licik,terlihat dari ekspresinya.Kudatangi ia dan seketika itu raut wajahnya berubah.
“Kamu kenapa?”
“Tidak ada.”
“Kulihat tadi kamu tertawa sendiri.Apa kamu dapat remedial?”
“Tidak juga.”
Kutinggalkan ia sendiri.Aku kembali berjalan.Namun,firasatku mengatakan bahwa ada sesuatu yang buruk yang tengah menimpanya.
            Keesokan harinya,tepatnya pukul 10 malam,aku kembali ke asrama setelah mengerjakan tugas di *CSA(merupakan ruangan belajar dengan fasilitas penggunaan laptop dan koneksi internet).Seketika itu ada jeritan keras dari asrama.Semua berlari mengejar arah suara tersebut.Aku terkejut ketika melihat tubuh penuh darah tergeletak di salah satu sudut asrama.Ada seseorang yang mengaku melihat pembunuhnya.
            “Siapa??!”.kutanya dengan suara lantang yang tidak kusadari.
            “Aa..i,itu,seppperti orrangg yyang ssdah tua.”
            “Tatapan matanya seperti bukan manusia!”lanjutnya.
Semua siswa takut mengetahui peristiwa tersebut.Kabar ini terdengar cepat oleh pihak sekolah.Pihak sekolah menyita alat komunikasi dan melarang kami keluar. “Saya janji peristiwa seperti ini tidak akan terjadi lagi!” ujar kepala madrasah.Mereka takut sekolah ini tidak diminati lagi dan mungkin juga ditutup.
            Benar saja,berbulan-bulan kemudian tidak terulang kembali peristiwa serupa.Hanya beberapa orang mengaku melihat makhluk tersebut.Pihak sekolah terus berupaya memburu makhluk tersebut dengan mendatangkan beberapa ahli kriminolog.Namun,ada yang aneh setelah adanya kasus tersebut.Seiring waktu sahabatku semakin tertutup.Dia jarang menemuiku lagi.Dia menjadi tertutup.Hingga suatu malam aku melihat sosok yang ramai diperbincangkan akhir-akhir ini masuk ke dalam kamar sahabatku.Aku berlari mengejar makhluk tersebut.Aku takut sahabatku menjadi target berikutnya.Kupukul pintu kamarnya karena terkunci dari dalam.
            “Buka pintunya!!!” teriakku dengan kencang.
            “Tidak!Jangan masuk!kamu tidak akan mengerti!”
Suara yang kudengar seperti suara sahabatku.Namun,suara itu juga bukan seperti suara sahabatku.Tapi,aku tidak punya waktu untuk memikirkanya.
            “Buka!!kalau tidak aku dobrak!!”
            “Tidak!kubilang jangan masuk!!!”
            “Satu...Dua...T!”
            “AAKKKRRRHHH......!!!”
Aku terkejut mendengar jeritan tersebut.Seakan-akan jantungku tiba-tiba berhenti.aku terjatuh ketika teman yang lain baru datang.Mereka mendobrak pintu itu.sosok makhluk tersebut tergeletak penuh darah dengan sebuah pisau menancap di perutnya.Aku bersyukur bahwa itu bukanlah sahabatku.Tapi,dimana sahabatku?Kucari sahabatku,namun tak kutemukan.Semua jendela juga terkunci.Seorang temanku menemukan sebuah surat yang tertuliskan ditujukan untukku.Kuambil surat itu dengan penuh kebingungan terhadap peristiwa yang telah terjadi.Kemudian surat itu kubuka dan kubaca.

            “Hai Taufik,sudah lama kita tidak bertemu.Aku yakin pasti kamu bingung dengan semua ini.Jadi akan kuceritakan semuanya.Waktu dimana kamu menemuiku ketika aku tertawa sendiri itu memang benar aku tertawa sendiri.Aku tertawa memikirkan rencanaku yang semula akan berhasil.Aku berpikir bahwa setiap manusia pasti punya sisi baik dan sisi buruk dan mereka saling berikatan.Jadi aku melakukan berbagai penelitian untuk melepaskan sisi baik dan sisi buruk manusia dan hanya tersisa sisi baik manusia.Dengan kata lain sisi buruk itu dikunci.Akhirnya,aku menemukan sebuah formula dimana ketika kita meminumnya semua itu akan terwujud.Aku mencobanya untuk membuktikan kebenaran formulaku.Namun,ternyata ada kesalahan.Ternyata justru sisi jahatku yang keluar.Bukan hanya pengaruh terhadap pikiranku saja,juga mempengaruhi bentuk fisikku.Semua lepas kontrol dan tak terkendali.Hasrat negatifku meninggi.Hingga seseorang terbunuh.Keesokan harinya aku terbangun dari suatu tempat yang tak kukenali,aku yakin kau juga tidak tahu itu dimana,dan aku kembali normal.Kemudian aku berpikir dan kurasa selama ini sisi jahat itu terkurung dan aku melepaskan kurungan itu dengan formulaku.Namun,rasanya aku ingin meminumnya lagi.Seperti ada dorongan dalam hati untuk berubah kembali menjadi makhluk yang buas itu.Sebagai langkah keamanan,aku mencari penawarnya.Beberapa waktu kemudian aku menemukan formula penawarnya.Dan aku kembali melanjutkan fantasi gilaku ini.Ketika berubah rasanya semua masalah hilang.Ketika aku berbuat jahat,tak seorang pun bakal mengenalku.Aku tetap menjaga dosis yang kuminum agar tidak lepas kontrol.Dan dimana saat-saat kondisi tubuhku mulai menunjukkan tanda-tanda tidak stabil,aku meminum penawarnya dan sembunyi di tempat itu kembali.Dimana tempat yang kurasa paling aman dan tidak ada seorang pun bakal menemukanku.Kegiatan itu kulakukan berulang-ulang hingga suatu hari aku terbangun dengan keadaan sisi jahatku,tidak kembali seperti semula.Aku panik!kuminum obat-obat penawarku.Obat itu tidak berfungsi.Hingga aku menyadari bahwa sisi jahatku telah berhasil menguasai sepenuhnya sistem tubuhku.Baru kusadari betapa bodohnya diriku menyia-nyiakan waktu dengan pengorbanan yang gila demi kesenangan yang fana.Sebelum sisi jahatku semakin menguasaiku dan tidak terkendali hingga menimbulkan korban berikutnya,aku memutuskan menulis surat ini untukmu dan kuputuskan untuk bunuh diri.Kau tidak pernah bersalah kepadaku.Akulah sahabat yang tidak baik untukmu.Selamat jalan kawan.”

0 komentar:

Post a Comment