Selamat datang di blog saya. Semoga apa yang anda cari ada di sini. Selamat berkunjung :)

Friday, 7 October 2016

On 08:15:00 by Unknown in    No comments



MERPATI PUTIH
Merpati putih tak pernah ingkar janji
Dia selalu menanti
Menanti dan menanti
Menanti tambatan hati
Yang pergi entah kemana
Hati sunyi sepi
Matahari pun enggan bersinar lagi
Tapi itu semua tidak menjadi
Penghalang dalam penantian

On 08:15:00 by Unknown in    No comments


PEREMPUAN BERKERUDUNG PUTIH
Kerudung putih yang selalu membungkus kepalanya
Adalah kerudung tanda keimanannya
Iman kepada yang menciptakannya
Hatinya putih seputih salju
Di tangannya selalu ditemani tasbih
Kakinya selalu menuju ke tempat yang suci
Matanya selalu melihat ayat-ayat Allah
Telinganya selalu mendengar hal hal yang suci
Bibirnya selalu memuji keagungan Allah
Perempuan berkerudung putih
Surga-Nya menanti kedatanganmu

On 08:14:00 by Unknown in    No comments
Di atas pusara ini
Aku berdoa untukmu bunda
Air mataku pun tak terasa menetes
Membasahi pusaramu
Bunda...
Kini kau berbaring kaku
Beralaskan tanah
Berselimut langit
Dan hanya ditemani deringan suara jangkrik
Gelak tawamu
Manis senyummu
Lembut tutur katamu
Itu hanya tinggal kenangan
Bunda...
Ku berdoa...
Semoga cacing tanah malu mendekati tubuhmu
Agar tubuhmu harum untuk menghadapi Sang Kholiq nanti

On 08:14:00 by Unknown in    No comments
Di malam yang sunyi
Air hujan pun mulai berjatuhan
Angin dingin yang bergerak perlahan
Menyayat hati
Di antara bebatuan yang tajam
Tumbuh sekuntum melati
Melati putih ternyata sedang bersedih
Air matanya tetes demi tetes berjatuhan
Berkilauan sang malam
Dia meratapi nasibnya yang duka
Yang selalu terhimpit bebatuan
Batu tajam yang selalu menusuk
Mengoyak ngoyak daun dan bunganya
Melati putih selalu bertanya
Kapan aku bebas?
Kapan aku tertawa?
Kapan aku bahagia?
Mungkinkah itu semua terjadi?
Atau hanya ilusi belaka?

On 08:13:00 by Unknown in    No comments
Tubuhmu kaku berbaring di atas tikar
Badanmu berselimut kain yang dingin
Kepalamu diganjal bantal yang lusuh
Bapak...
Tubuhmu dingin
Badanmu kaku
Wajahmu pucat
Kau sudah tidak berdaya bapak
Engkau telah meninggalkan kami
Hanya derai air mata
Dan isak tangis yang kami lakukan
Ratapan kami mengiringi kepergianmu
Terima kasih kami padamu bapak
Yang telah menemani kami dalam suka dan duka
Yang telah memberikan kasih sayang kepada kami
Selamat jalan bapak
Doa kami selalu menyertaimu