Friday, 14 October 2016
On 07:35:00 by Unknown in Kumpulan puisi indah No comments
Ada apa dengan diriku ini?
Dan mengapa rumahku ramai?
Oh.... ada apa ini?
Siapa yang berbaring diselimuti dengan kain?
Ditangisi oleh ibu, ayah, dan saudara
saudaraku?
Ya Tuhan..!!
Ternyata itu adalah aku
Aku sudah mati
Mengapa aku mati sekarang?
Aku belum menjadi manusia yang baik
Aku belum bisa berbuat baik pada ibuku...
Pada ayahku...
Pada saudara saudaraku...
Sekarang aku hanya bisa menangis..
Menangis...
Dan menangis...
Friday, 7 October 2016
On 08:16:00 by Unknown in Kumpulan puisi indah No comments
HUJAN
Hari ini kau turun lagi
Suaramu bergemuruh
Kadang juga bergemerecik
Kadang pula kau disertai
Dengan menggelegarnya suara petir
Petir menggelegar
Menghentak, mendebarkan dada ini
Hujan...
Kau turun dengan derasnya
Mengalir membasahi jalan
Terus mengalir menuju sungai
Kau memberi kehidupan
Kepada alam semesta ini
On 08:15:00 by Unknown in Kumpulan puisi indah No comments
PEREMPUAN
BERKERUDUNG PUTIH
Kerudung putih yang selalu membungkus
kepalanya
Adalah kerudung tanda keimanannya
Iman kepada yang menciptakannya
Hatinya putih seputih salju
Di tangannya selalu ditemani tasbih
Kakinya selalu menuju ke tempat yang suci
Matanya selalu melihat ayat-ayat Allah
Telinganya selalu mendengar hal hal yang suci
Bibirnya selalu memuji keagungan Allah
Perempuan berkerudung putih
Surga-Nya menanti kedatanganmu
On 08:14:00 by Unknown in Kumpulan puisi indah No comments
Di atas pusara ini
Aku berdoa untukmu bunda
Air mataku pun tak terasa menetes
Membasahi pusaramu
Bunda...
Kini kau berbaring kaku
Beralaskan tanah
Berselimut langit
Dan hanya ditemani deringan suara jangkrik
Gelak tawamu
Manis senyummu
Lembut tutur katamu
Itu hanya tinggal kenangan
Bunda...
Ku berdoa...
Semoga cacing tanah malu mendekati tubuhmu
Agar tubuhmu harum untuk menghadapi Sang
Kholiq nanti
On 08:14:00 by Unknown in Kumpulan puisi indah No comments
Di malam yang sunyi
Air hujan pun mulai berjatuhan
Angin dingin yang bergerak perlahan
Menyayat hati
Di antara bebatuan yang tajam
Tumbuh sekuntum melati
Melati putih ternyata sedang bersedih
Air matanya tetes demi tetes berjatuhan
Berkilauan sang malam
Dia meratapi nasibnya yang duka
Yang selalu terhimpit bebatuan
Batu tajam yang selalu menusuk
Mengoyak ngoyak daun dan bunganya
Melati putih selalu bertanya
Kapan aku bebas?
Kapan aku tertawa?
Kapan aku bahagia?
Mungkinkah itu semua terjadi?
Atau hanya ilusi belaka?
On 08:13:00 by Unknown in Kumpulan puisi indah No comments
Tubuhmu kaku berbaring di atas tikar
Badanmu berselimut kain yang dingin
Kepalamu diganjal bantal yang lusuh
Bapak...
Tubuhmu dingin
Badanmu kaku
Wajahmu pucat
Kau sudah tidak berdaya bapak
Engkau telah meninggalkan kami
Hanya derai air mata
Dan isak tangis yang kami lakukan
Ratapan kami mengiringi kepergianmu
Terima kasih kami padamu bapak
Yang telah menemani kami dalam suka dan duka
Yang telah memberikan kasih sayang kepada kami
Selamat jalan bapak
Doa kami selalu menyertaimu
Friday, 30 September 2016
On 08:40:00 by Unknown in Kumpulan puisi indah No comments
Aku adalah arjuna
Tapi aku bukan arjuna pencari cinta
Aku adalah lelaki langit lalanang jagat
Yang akan menaklukkan gunung himalaya
Mengarungi lautan samudera
Dan menaklukkan dunia
Di tanganku kebenaran itu tegak
Di tanganku keadilan itu berdiri
Di pundakku akan berdiri tiang tiang yang
kokoh
Itulah aku sang arjuna
Yang akan berdiri, selalu tegap
On 08:39:00 by Unknown in Kumpulan puisi indah No comments
Di atas kasur tua ini
Terbaring tubuhku yang tua jua
Kulitku keriput karena dimakan usia
Gigiku ompong
Mataku pun mulai memudar
Ya Allah....
Maafkan hambamu ini
Atas segala dosa dan kesalahan hamba
Semoga di sisi umurku ini
Aku bisa bersujud dan bersimpuh padamu
On 08:39:00 by Unknown in Kumpulan puisi indah No comments
Terima kasih ku ucapkan padamu ibu
Yang telah sabar mengurusku setiap hari
Malam berganti siang
Siang berganti malam
Tugasmu tak henti hentinya selesai
Kesabaranmu...
Ketabahanmu...
Ketangguhanmu...
Keikhlasanmu...
Selalu terpancar dari wajahmu
Ibu...
Semoga tuhan memberimu umur panjang
Semoga engkau sehat slalu
Terima kasih ibu
On 08:38:00 by Unknown in Kumpulan puisi indah No comments
Di sini ku menunggu
Bagai ilalang yang kering
Rapuh terputus terinjak
Rapuh....
Ku menunggu di sini
Menanti hujan di kemarau panjang
Hingga kulitku terbakar
Tenggorokanku pedih..
Pedih.... pedih....
Kapan hujan itu datang??
On 08:37:00 by Unknown in Kumpulan puisi indah No comments
Dalam pundakmu terpikul beban yang berat
Dalam hatimu tersimpan beribu warna tinta
Dalam kepalamu tersimpan cahaya hitam dan
putih
Di kakimu terdapat antara syurga dan neraka
Wahai perempuan
Bawalah negeri ini menuju surga-Nya
Lahirkanlah dari rahimmu
Anak-anak yang sholeh dan sholehah
Yang akan membawa negeri ini dalam rahmat-Nya
On 08:37:00 by Unknown in Opini No comments
Perempuan
dan busana adalah hal yang tak mungkin dipisahkan. Dengan busana perempuan
berusaha tampil cantik dan menarik.
Tapi
akibat dari keinginan tampil cantik dan menarik, perempuan mengabaikan norma
norma agama. Sering kita lihat perempuan-perempuan yang berani berbusana ketat
atas dan bawah (orang sunda sering menyebutnya leupeut). Berpakaian tapi telanjang.
Yang
paling memprihatinkan adalah sudah berpakaian ketat, pakai kerudung pula. Miris
sekali melihat perempuan jaman sekarang yang sudah sembrawut dalam berpakaian.
Mau dibawa kemana dunia ini. Dan apakah dari rahim perempuan perempuan seperti
ini akan lahir anak anak yang soleh dan solehah?
Wahai
perempuan, tanggung jawab dan tugasmu sungguh berat. Dimulai dari berpakaian
yang syar’i akan tumbuh pribadi yang baik. Maka untuk mewujudkan itu semua
adalah tugas para orang tua untuk membiasakan anak anak perempuannya dimulai
semenjak mereka kecil menutupi auratnya. Karena pendidikan yang paling baik
dimulai dari pangkuan ibu. Dan dimulai dari ibunya untuk memberikan contoh cara
berbusana yang baik. Juga selalu mengingatkan anak anak perempuannya untuk
selalu menutup auratnya dan tidak tertarik dengan pakaian dari barat.
On 08:36:00 by Unknown in Kumpulan puisi indah No comments
Di atas sajadah ini
Aku bersujud pada-Mu
Sungguh kecil aku di hadapan-Mu
Sungguh kotor tubuh ini
Dengan dosa dosa yang begitu banyaknya
Tuhanku
Engkau maha segalanya bagi hamba
Sungguh agungnya engkau
Dan sungguh besar rahmatmu
On 08:34:00 by Unknown in Kumpulan puisi indah No comments
Ayah....!!!
Engkau pahlawan dalam hidupku
Yang selalu melindungiku
Yang selalu menyayangiku
Yang selalu membimbingku
Dan yang selalu melindungiku
Ayah....!!!
Jasamu sungguh tak terhitung jumlahnya
Walaupun aku bayar dengan hidupku
Itu semua takkan bisa membayar budi baikmu
Ayah....!!!
Do’aku akan selalu kulantunkan
Sebagai tanda terima kasihku padamu
Dan semoga Allah selalu memberikan rahmatnya
padamu
Ayah...
Salam sayang untukmu selalu
Subscribe to:
Comments (Atom)
Search
Popular Posts
-
Muhammad Syifa El Zain Ratapan Anak Tiri Dikisahkan, ada sebuah keluarga rukun yang terdiri dari ayah, ...
-
Jenis Buku : Buku Fiksi Judul Buku : The Chronicles of Ghazi Pengarang ...
-
Apa kamu ingat ketika kita besama .. melewati segala rintangan yang ada didepan mata .. Apa kamu ingat saat kita tertawa ...
-
Pertemananku Terhalang Geng Kucing Dikisahkan pada suatu sekolah ada dua geng yang saling bermusuhan, yaitu geng tikus da...
-
PERPISAHAN Dulu.... Ketika Aku masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah Aku dan temanku selalu tertawa. Penuh senda gurau. Se...
Categories
Total Pageviews
Powered by Blogger.




